Category: Ulasan Berita
Headlines, Ulasan Berita

HUT KE-55, INSA SIAP MENYONGSONG INDONESIA EMAS

Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (DPP INSA) pada hari ini, Selasa 9 Agustus 2022, tepat berusia 55 tahun. Lebih dari setengah abad usia INSA secara konsisten berkontribusi bagi kemajuan industri pelayaran nasional.

Syukuran HUT INSA tahun ini mengusung tema "Bangkit Bersama Menuju Indonesia Emas”. Acara digelar secara sederhana penuh kebersamaan di Kantor Sekretariat DPP INSA, Jl. Tanah Abang III No. 10, Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri oleh para pengurus pusat, dan dewan penasehat secara luring, serta seluruh DPC INSA secara daring.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto bersyukur atas eksistensi INSA selama lebih dari setengah abad. Capaian ini tentu tidak lepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pihak, khususnya para pengurus INSA baik yang berada di DPP maupun pengurus yang berada di DPC di seluruh Indonesia.

Masukan dan kritik membangun dari seluruh elemen di DPP dan DPC INSA telah membuat organisasi ini sangat solid hingga saat ini.
“Dukungan seluruh elemen telah membuat INSA kian kuat dan solid hingga saat ini,” kata Carmelita, Selasa (09/08/2022).

Carmelita melanjutkan, INSA yang merupakan satu-satunya wadah organisasi perusahaan pelayaran nasional serta diakui oleh para stakeholder sebagai asosiasi logistik tertua di Indonesia berkomitmen bersinergi dengan seluruh stakeholder di pelayaran nasional, baik dengan pemerintah dan para asosiasi pelaku usaha terkait.

Menurut Carmelita, kolaborasi dan sinergi merupakan kunci keberhasilan untuk melewati setiap tantangan di dunia usaha pelayaran yang kini kian dinamis dan penuh ketidakpastian.

Ketidakpastian industri pelayaran nasional saat ini tidak lepas dari situasi global maupun nasional, seperti masih adanya penyebaran Covid-19, krisisi energi dan pangan yang memicu inflasi dan ancaman resesi di banyak negara sebagai dampak dari perang Rusia-Ukraina.

Selain tantangan-tantangan ini, INSA juga berupaya untuk terus berkontribusi positif bagi negara khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas pada 2045 mendatang.  

Indonesia di 2045 diprediksi menjadi negara dengan pendapatan tinggi dan salah satu negara PDB terbesar di dunia. PDB Indonesia diprediksi akan jadi terbesar ke-4 di dunia, dengan pertumbuhan 5,7% per tahun pada saat itu.

“INSA selalu berkomitmen untuk terus berupaya berkontribusi positif untuk kemajuan Indonesia di 2045 kelak.”

Prosesi pemotongan tumpung oleh Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto beserta pengurus lainnya di Syukuran HUT INSA ke- 55 Tahun

abc
Headlines, Ulasan Berita

PEDULI LINGKUNGAN HIDUP, INSA LESTARIKAN TERUMBU KARANG

Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (DPP INSA) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) melakukan pelestarian dan transplantasi terumbu karang di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Selasa (28/06/2022).

Cakupan pelestarian terumbu karang seluas 377 M2 dan pembuatan 188 unit substrat dengan memberdayakan masyarakat setempat. Pelepasan substrat dilakukan bersama-sama pengurus DPP INSA, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi dan pejabat pemerintah setempat di Kepulauan Tidung.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, CSR ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan pelayaran nasional yang tergabung di INSA terhadap kelestarian dan keberlangsungan lingkungan laut.

Acara INSA Peduli Pelestarian Terumbu Karang, kata Carmelita, merupakan komitmen INSA dalam pelestarian lingkungan hidup, sekaligus menunjukkan dukungan INSA terhadap konsep ekonomi biru serta pembangunan yang berkelanjutan.

“Acara ini tidak semata seremonial CSR, tapi juga merupakan bentuk komitmen INSA untuk ikut menjaga dan melestarikan lingkungan khususnya laut kita,” kata Carmelita di acara CSR INSA Peduli Kelestarian Terumbu Karang dan Mini gathering INSA Yacht Festival (IYF), Selasa (28/06/2022).

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Umum III DPP INSA Nova Y Mugijanto. Menurutnya, INSA Peduli Pelestarian Terumbu Karang ini merupakan bentuk kepedulian pengusaha pelayaran nasional terhadap lingkungan di sekitar, terutama terhadap pemulihan ekosistem terumbu karang yang telah rusak di beberapa spot-spot Kepulauan Seribu.

Selain manfaat dari segi lingkungan, sambung Nova, pelestarian terumbu karang pada gilirannya juga berdampak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, karena keindahan biota laut yang terjaga dapat dijadikan objek wisata yang menarik bagi wisatawan.

"Usaha kita melakukan pelestarian terumbu karang ini bisa berdampak pada kelangsungan hidup berbagai jenis ikan maupun rumput laut, yang bisa dimanfaatkan untuk objek wisata atau dikonsumsi serta dijual sebagai sumber pendapatan dan ekonomi masyarakat," kata Nova.

abc
Around The Globe, Headlines, Ulasan Berita

MOU INSA DAN PT DIID/ DEME LANGKAH MAJU USAHA PENGERUKAN DI INDONESIA

Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipwoners’ Association (DPP INSA) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Dredging International Indonesia (DIID)/Deme, yang diselenggarakan di Kedutaan Besar Indonesia di Belgia.

Penandatanganan MoU ini digelar pada rangkaian B20 atau Forum Bisnis Anggota G20 dalam kerangka Presidensi G20 Indonesia 2022.

Penandatanganan MoU atas hal yang sama juga dilakukan antara KADIN Indonesia dan Deme/PT DIID, yang ditandatangani Shinta W. Kamdani selaku Koordinator Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Maritim, Investasi dan Luar Negeri KADIN Indonesia.

Penandatanganan MoU ini disaksikan Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid dan Duta Besar Indonesia untuk Belgia Andri Hadi.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan sebuah langkah maju  dan keberanian perusahaan dredger internasional yang melihat adanya potensi berusaha di Indonesia.

Dengan MoU ini, PT DIID/ Deme  akan menjadikan kapal keruk mereka berbendera Indonesia, sehingga kapal keruk ukuran besar yang dimiliki perusahaan bisa terus melakukan pekerjaan dan proyek pengerukan di Indonesia.

Dengan PT DIID yang menjadikan kapal mereka berbendera merah putih, sambung Carmelita, ada nilai plus yang didapatkan Indonesia. Salah satunya adalah akan menyerap tenaga kerja atau awak kapal berkebangsaaan Indonesia.

Selain itu, akan adanya transfer ilmu dan transfer teknologi dari PT DIID/ Deme terhadap awak kapal berkebangsaan Indonesia tersebut nantinya.

“Nanti awak kapal yang dipekerjakan adalah awak kapal berkebangsaan Indonesia, sehingga akan ada transfer ilmu dan teknologi terhadap SDM kita,” kata Carmelita, Selasa (31/05/2022).

Carmelita yang juga Koordinator WKU Kadin Indonesia IV menuturkan, selama ini kapal keruk berukuran besar berbendera luar negeri melakukan usahanya di Indonesia dalam jangka waktu yang pendek.

Setelah proyek pengerukan selesai, kapal keruk berukuran besar berbendera luar negeri akan kembali ke negara asal mereka. Karena bekerja di perairan Indonesia hanya sementara dengan skema izin IPKA.

Adapun pekerjaan maintenance  pengerukan itu nantinya dilanjutkan oleh kapal-kapal keruk berukuran yang lebih kecil milik Indonesia.

Untuk itu, dia menilai, MoU ini merupakan terobosan bagi dunia usaha pengerukan di Indonesia, yang diharapkan akan menjadikan perusahaan pengerukan besar dunia lainnya untuk berinvenvestasi di Indonesia.

"Kita berharap, MoU ini akan semakin membuka kesempatan bagi perusahaan dredging luar negeri untuk berusaha dan berinvestasi di Indonesia."

abc
Domestic, Headlines, Ulasan Berita

PLN BERI PENGHARGAAN ATAS JASA INSA MEMASTIKAN PASOKAN LISTRIK TANPA HAMBATAN

Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menerima penghargaan dari PT PLN sebagai mitra perusahaan pelayaran.  Penghargaan ini diberikan atas peran aktif INSA dalam penyediaan kebutuhan kapal angkutan batu bara untuk menjaga ketahanan listrik nasional.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto menyebutkan hal ini sejalan dengan visi dan misi INSA sebagai infrastruktur pembangunan perekonomian, alat pemersatu kesatuan dan persatuan bangsa dan negara; serta turut memberdayakan pelayaran niaga nasional.

“INSA sangat menghargai dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh PLN,” ungkap Carmelita dalam keterangan resminya di Jakarta.

Seperti diketahui, pada awal tahun ini terjadi kekurang stok batu bara di 17 PLTU yang dikelola PLN sehingga dibutuhkan volume batu bara yang lebih besar. Guna mengatasi permasalahan hal ini, kementerian dan lembaga serta stakeholder terkait bersama INSA melakukan rapat koordinasi mengenai pemenuhan batu bara PT PLN.

Kerja keras INSA dan anggotanya bersama seluruh stakeholder di sektor kelistrikan nasional membuahkan hasil. Dimana, PLTU tersebut rata-rata sudah mencapai 15 hari operasi (HOP).

Carmelita mengungkapkan, keberhasilan keluar dari krisis kelangkaan batu bara merupakan hasil kerja efektif yang dilakukan INSA untuk mengkonsolidasikan armada perusahan pelayaran nasional anggota INSA. Sekaligus, lanjutnya, ini menjadi bukti nyata manfaat positif penerapan asas cabotage bagi negara.

Sejak diterapkannya asas cabotage, armada nasional terus bertumbuh pesat sehingga mampu melayani seluruh kebutuhan angkutan dalam negeri. Selain itu, armada nasional dapat dikerahkan dalam menghadapi situasi genting, seperti krisis pasokan batu bara nasional.

“Ini berkat sinergi dan koordinasi antara INSA dan anggotanya bersama pemerintah dalam hal ini Kemenko Marinvest, Kemenhub, PLN, Ditjen Minerba dan lainnya, yang dibantu dengan anak perusahaan BUMN, termasuk kapal-kapal Merah Putih yang saat itu menjalankan ekspor namun sementara ikut mengangkut angkutan batu bara domestik,” pungkasnya.

Nasionalisme INSA

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kolaborasi yang baik seluruh stakeholder mulai dari Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, INSA dan stakeholder lainnya akhirnya bisa mengatasi krisis energi primer di awal tahun ini.

Diapun mengatakan, INSA memiliki peran besar dan telah menujukkan kedigdayaannya. INSA, menurut Darmawan, tidak hanya profesional dalam berkerja, tapi juga telah menunjukkan semangat juangnya  dalam ikut serta menangani krisis energi primer saat itu.

“Indonesia kayaknya mampu menghadapi krisis energi primer ini bukan hanya karena kedigdayaan PLN, tapi karena kedigdayaan Kementerian ESDM dan Dirjen Minerba, Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Laut, yang lebih penting lagi adalah kedigdayaan dari INSA dan seluruh anggotanya yang tidak hanya menunjukkan profesionalisme tapi semangat perjuangan yang luar biasa,” kata Darmawan.

Penyerahan penghargaan PLN kepada INSA ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin, Plt. Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Capt. Mugen Suprihatin Sartoto. 

Seperti dikutip dari JPNN.com, dalam sambutannya, Budi mengatakan sudah sepatutnya seluruh pihak memberikan dukungan penuh kepada PLN sebagai perusahaan besar yang bertanggung jawab dalam menerangi Indonesia.

Budi juga sangat mengapresiasi sinergi dan kerja sama INSA dan PLN dalam mengatasi krisis energi primer yang sempat terjadi.

"Kami sepakat untuk selalu memperjuangkan ini bisa menjadi lebih baik. Kami sampaikan pada Kadin dan INSA, harus all out. Terima kasih pada teman-teman INSA yang bisa menunjukkan bahwa ada nasionalisme yang tidak terbantahkan," ujar Budi Karya Sumadi. (*)

abc
Ulasan Berita

PELAYARAN NASIONAL OPTIMIS HADAPI 2022

Industri pelayaran menyongsong tahun 2022 dengan optimis, meski masih diliputi ketidakpastian karena pandemi Covid-19 belum juga berakhir.

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan sepanjang dua tahun pandemi ini, sektor pelayaran nasional mengalami tekanan yang sangat berat.

Kondisi di tahun depan pun masih dibayangi dengan ketidakpastian terlebih karena munculnya Varian Omicron yang telah memasuki Indonesia.

“Namun selama penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional berjalan sesuai harapan, kita yakin pelayaran nasional mungkin akan lebih baik di tahun depan,” katanya, Kamis (23/12/2021).

Seperti diketahui, kinerja pelayaran tertekan hingga minus 21 persen karena pandemi. Hal ini disebabkan karena penurunan arus kapal 3 persen, penurunan arus barang 14 persen, penurunan arus petikemas 11 persen dan penurunan yang paling dalam terjadi pada arus penumpang sebesar 57 persen.

Penurunan arus barang terjadi pada awal-awal pandemi saat banyak industri manufaktur menghentikan produksinya.

Untuk muatan ekspor-impor komoditi dengan petikemas, DPP INSA prihatin atas  kondisi kelangkaan kontainer.

 “Kami prihatin dengan yang dialami oleh para eksportir kita yang mengalami kelangkaan peti kemas, serta meningkatnya freight internasional sebagai akibat bola salju pandemi yang memaksa terjadinya lockdown di berbagai negara, blank sailling dan kongesti di banyak pelabuhan dunia,” tuturnya.

INSA terus berkoordinasi bersama pemerintah termasuk dengan MLO untuk mencarikan solusi terbaik bagi eksportir nasional dalam upaya menjadikan Indonesia negara pengekspor yang besar.

Sejauh ini armada pelayaran nasional anggota INSA berupaya terus melakukan  repositioning kontainer eks impor milik MLO yang beredar di berbagai pelabuhan Indonesia dengan mekanisme free use untuk mencukupi ketersediaan petikemas ekspor.

Namun di tengah tantangan tersebut ekspor Indonesia tetap moncer. Sepanjang Januari-November 2021 nilai ekspor Indonesia menembus USD209,16 miliar. Nilai ekspor ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Carmelita menuturkan, catatan gemilang nilai ekspor ini menunjukkan daya saing produk Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan negara lainnya meski Indonesia masih dihadapkan sejumlah tantangan.

Keberhasilan ini, sambung Carmelita, tentu berkat konsistensi pemerintah menerapkan peraturan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku saat ini.

Pada sektor angkutan non petikemas seperti tug and barges mungkin sedikit lebih baik, seiring dengan penaikan harga batu bara dan CPO dunia di tahun ini. 

Para pelaku usaha pelayaran nasional juga akan memastikan ketersediaan angkutan kapal merah putihnya jenis tongkang dan tunda serta curah atau bulk, sehingga tidak perlu mendatangkan kapal bendera asing untuk mendukung kegiatan angkutan batu bara, baik yang diperuntukkan untuk konsumsi domestik maupun ekspor.

Sedangkan pada sektor angkutan offshore dan migas, meski sempat mengalami tekanan karena penurunan harga minyak dunia pada awal pandemi, namun kini perlahan mulai membaik seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi yang mendorong permintaan BBM.

Sementara pelayaran Roro/penumpang merupakan sektor yang paling berat menghadapi situasi pandemi ini. Pembatasan perjalanan orang membuat sektor ini harus mengalami penurunan kinerja sangat dalam.

Di sisi lain,  Carmelita juga bersyukur Indonesia telah melewati tahun-tahun penuh tantangan selama pandemi Covid-19 ini.

Rasa syukur itu tidak lepas dari keberhasilan pemerintah dan masyarakat Indonesia menekan penularan virus Covid-19 secara signifikan.

Indonesia pernah mengalami puncak pandemi Covid-19 pada Juni hingga Agustus lalu. Saat itu, penularan virus Covid-19 begitu tinggi sehingga membuat situasi darurat.

Namun atas kebijakan yang tepat dan kerja sama seluruh pihak, Indonesia bisa keluar dari kondisi kritis tersebut.

Di tengah kondisi sulit itu pemerintah mengambil keputusan yang tepat yakni mengambil kebijakan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Di saat bersamaan, kebijakan PPKM itu dibarengi dengan gencarnya vaksinasi bagi masyarakat Indonesia.

“Setidaknya hingga saat ini, terbukti kebijakan PPKM dan vaksinasi ini cukup ampuh mengendalikan penularan Covid-19 di Indonesia, tanpa kita harus lockdown.”

Sejalan dengan keberhasilan pengendalian penularan Covid-19, kata Carmelita, Indonesia bisa berhasil memulihkan ekonomi secara perlahan.

Setelah mengalami resesi ekonomi pada 2020 hingga kuartal I 2021, ekonomi nasional berhasil rebound pada kuartal II 2021 yang tumbuh hingga 7,07 persen (yoy). Pemulihan ekonomi nasional tetap terjaga pada kuartal III 2021 yang tumbuh 3,51 persen.

Kementerian Keuangan memprediksi, ekonomi nasional pada kuartal IV 2021 juga akan tumbuh di atas 5 persen. Sehingga ekonomi nasional pada 2021 akan tumbuh sekitar 3,5 hingga 4 persen.

Pemulihan ekonomi nasional ini tidak lepas dari kelancaran kegiatan logistik Indonesia. Untuk itu, INSA sangat mengapresiasi kebijakan Kementerian Perhubungan yang tetap mendukung kelancaran kegiatan distribusi logistik dan transportasi nasional, sehingga pelabuhan domestik tidak mengalami kongesti seperti yang terjadi di luar negeri dan ekonomi nasional mengalami pemulihan.

Demikian pula ketersediaan armada nasional yang tidak perlu melakukan blank sailling seperti halnya MLO, sehingga di saat pemulihan ekonomi, owner dan operator pelayaran petikemas domestik  masih dapat mencukupi ketersediaan petikemas dan kapal dalam negeri.

 “Kelancaran distribusi logistik dengan dukungan operator pelayaran petikemas domestik ini perlu kita jaga terus untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.”

Carmelita pun berpendapat, Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua belum lama ini juga membuat sedikit banyak perubahan pola kontainer. Setelah sebelumnya banyak pabrik yang tutup, kini produksi sudah mulai kembali dan menuju normal kembali.

Untuk itu, dia menilai tidak perlu ada penambahan kontainer kembali, karena pelayaran nasional tidak akan membiarkan kekosongan kapal yang akan memuat kargo.

Saat ini pelayaran kontainer domestik justru mengkonversi kapalnya menjadi lebih kecil. Misalnya, yang tadinya satu kapal 3000 Teus,  kini menjadi dua unit kapal dengan ukuran 1500 Teus.

Penggunaan kapal lebih kecil karena penggunaan kapal besar juga tidak ada kargo yang terisi maksimal. 

Adapun adanya penyesuain tarif domestik masih di level wajar tidak se ekstrim di internasional. “Semua ini hanya sementara jadi jangan khawatir kekurangan kapal, karena ini hanya dampak pandemi. Secepatnya akan kembali ke normal.”

Pada kesempatan penutupan akhir tahun ini, Carmelita juga menyampaikan selamat Hari Raya Natal bagi yang merayakan dan selamat tahun baru 2022.

“Masa sulit ini membuat kita banyak belajar dan beradaptasi. Kita berharap semua akan lebih baik di tahun depan. Selamat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022. Semoga tahun depan memberikan harapan baru bagi kita semua.” (*)

abc
Headlines, Ulasan Berita

INSA GELAR PAMERAN MARITIM SECARA VIRTUAL PERTAMA DI INDONESIA

Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (DPP INSA) pada hari ini, Kamis (28/10/2021) menggelar Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021. Pameran maritim yang diselenggarakan secara virtual ini merupakan kali pertama di Indonesia.

Acara yang mengusung tema “Digitalisasi, Teknologi dan Inovasi di Sektor Maritim” ini bertujuan untuk mendapat gambaran dari pemerintah dan seluruh stakholder mengenai kebijakan maupun upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan peran digitalisasi untuk penguatan ekonomi maritim, dan kondisi industri maritim di masa depan.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan, penyelenggaraan VEMI 2021 merupakan kolaborasi antara INSA dengan Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), dan Ikatan Perusahaan Industri Kapal Dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO).

Carmelita menuturkan selama dua tahun di masa pandemi Covid-19 ini, INSA praktis tidak menggelar pameran, padahal sebelum masa pandemi INSA secara rutin menggelar pameran. Karena itu, INSA mencari terobosan dengan menggelar pameran secara virtual di masa pandemi. 

“Pameran ini unik karena dilakukan secara virtual dan mungkin ini pameran maritim pertama di Indonesia yang dilaksanakan secara virtual,” kata Carmelita.

Sebagai negara maritim, industri maritim harus menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, sinergi pada industri maritim perlu dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mendorong peningkatan potensi maritim yang ada seperti transportasi laut, pelabuhan, industri galangan kapal.

Tumbuh kembangnya usaha transportasi laut, galangan kapal, dan pelabuhan akan berdampak positif terhadap industri dan jasa terkait lainnya. Seperti badan klasifikasi, produsen alat teknologi dan informasi, produsen oil, produsen cat,

Di era revolusi Industri 4.0 atau era digitalisasi, dan implementasi ecosystem logistik nasional, industri maritim mau tidak mau harus siap menghadapinya dengan cara memanfaatkan teknologi informasi serta mengubah pola pikir dan cara kerja di sektor maritim.

“Selain untuk menghadapi persaingan global, penerapan digitalisasi di industri maritim diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi di sektor maritim,” ungkapnya.

Di masa pandemi ini, sambung Carmelita, memaksa kebutuhan akan koneksi internet yang memadai menjadi semakin penting agar kegiatan bisnis dapat terus berjalan.

Menurutnya, penerapan teknologi di sektor maritim khususnya di atas kapal saat ini masih tergolong minim. Salah satu alasan adalah jaringan internet yang mahal dan bandwidth yang terbatas dikarenakan kapal berada ratusan atau ribuan mil dari daratan terdekat dimana konektivitas jaringan internet harus disediakan melalui satelit.

Pengembangan Internet of Things (IoT) di pelayaran juga tidak semudah di sektor lain. Perlu adanya penyediaan jaringan satelit yang kompetitif, mengingat kapal berada di tengah laut yang membutuhkan jaringan satelit yang efisien. Kemudian adanya dukungan pengadaan alat dengan memberikan kemudahan perizinan dan harga yang kompetitif.

Selain itu, penerapan digitalisasi pada sistem layanan online di sektor maritim perlu terus dikembangkan, sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien dan cepat pada akhirnya mampu menekan biaya logistik.

Pembangunan infrastruktur digital yang terintegrasi sangat penting bagi sektor maritim dan logistik, karena akan terciptanya big data yang dapat dimanfaatkan dalam melakukan analisis. Big data mendorong terciptanya inovasi produk, layanan, dan peluang bisnis di sektor maritim. Misalnya, informasi mengenai ketersediaan ruang muat kapal, dan jenis komoditas.

“Sinergitas, kolaborasi dan inovasi di sektor maritim perlu terus dilakukan untuk kemajuan industri maritim kita,” pungkasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi keynote speaker di acara ini. Menghadirkan pula berbagai narasumber, di antaranya Kementerian Perhubungan; Kementerian Perindustrian; Kementerian Komunikasi dan Informatika; Kadin Indonesia; PT Biro Klasifikasi Indonesia; INSA; ABUPI; IPERINDO; PT Bank Mandiri.

VEMI 2021 ini diikuti 1.000 peserta yang terdiri dari kementerian, asosiasi, pelayaran, badan usaha pelabuhan, perusahaan galangan kapal, konsultan, ship agency, ship suppliers, surveyor, akademisi, dll.

Para pengunjung virtual exhibisi ini selain bisa menyimak para narasumber di main hall, tapi juga bisa mengunjungi booth-booth secara virtual layaknya mengunjungi exhibisi secara konvensional. 

Beberapa perusahaan turut mendukung acara ini, antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., KVH Industries, Krakatau International Port, dan PT Jakarta International Container Terminal (JICT).

Melalui kegiatan ini diharapkan juga dapat mempertemukan para pelaku usaha di bidang maritim sehingga terjalinnya kerja sama bisnis di industri maritim. (*)

abc
Event, Keluarga INSA, Ulasan Berita

INSA SANTUNI 250 ANAK YATIM TERDAMPAK PANDEMI COVID-19

Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (DPP INSA) melalui program INSA Peduli menyalurkan santunan kepada 250 anak yang menjadi yatim akibat pandemi Covid-19. 

Acara dilaksanakan di Kantor Kas dan Asrama Putra Rumah Yatim, Kemang Utara, Jakarta, Kamis (23/09/2021).

Santunan ini difokuskan kepada 250 anak yang menjadi yatim akibat pandemi Covid-19.  Santunan berupa perangkat gawai untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ), peralatan sekolah, dan konseling.

Wakil Ketua Umum III Nova Y. Mugijanto dan Anggota Bidang IT & Marketing INSA Roland Permana secara simbolis mewakili DPP INSA menyalurkan santunan.

Covid-19, kata Nova, telah menyisakan banyak persoalan yang perlu dibenahi secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.

Salah satu pesoalan itu adalah banyaknya anak-anak yang terpaksa menjadi yatim karena meninggalnya sang ayah atau ibu sebagai tulang punggung keluarga mereka. Kondisi ini berdampak pada banyaknya anak yang terancam putus sekolah karena tidak lagi mampu membayar biaya pendidikan.

Berdasarkan data dari Kementerian Sosial per 20 Juli 2021, ada 4 juta anak yatim di Indonesia, 11.045 di antaranya menjadi yatim karena orang tuanya meninggal terpapar Covid-19.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat, lanjut Nova, INSA tergerak untuk ikut meringankan beban masyarakat.

Santunan ini juga bentuk kepedulian DPP INSA terhadap sesama khususnya kepada anak-anak Indonesia agar dapat melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya, dan juga memberikan pendampingan untuk pemulihan dampak psikologis akibat kehilangan orang tua mereka.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak dan terus semangat dalam belajar,” kata Nova di Jakarta, Kamis (23/09/2021).

Program INSA Peduli merupakan salah satu wujud syukur eksistensi 54 tahun INSA di kancah Industri pelayaran nasional. (*)

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan INSA Capt. Zaenal A. Hasibuan mengenalkan dunia maritim kepada anak-anak yatim secara online.
abc
Galeri, Ulasan Berita

PENANDATANGANAN PKS OPERASIONALISASI DAN PENGEMBANGAN APLIKASI HELP DESK PSC

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (DPP INSA) Carmelita Hartoto bersama dengan Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri, Lembaga National Single Window, Kementerian Keuangan, dan PT Biro Klasifikasi Indonesia melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Operasionalisasi dan Pengembangan Aplikasi Help Desk Port State Control, Jumat (17/09/2021) secara virtual.

Aplikasi Help Desk Port State Control merupakan aplikasi yang memiliki fungsi monitoring jumlah kapal bendera Indonesia yang terkena penundaan keberangkatan (detention) oleh Port State Control Officer (PSCO) di luar negeri dalam suatu periode dan monitoring pelaksanaan Corrective Action Plan (CAP) dan harus segera dilakukan agar kapal yang terkena detention dapat segera berlayar.

Aplikasi ini salah satu upaya pemerintah mempertahankan status Indonesia yang kini masuk kriteria white list dalam Tokyo MoU. Hal ini juga wujud sinergi Kementerian/Lembaga serta asosiasi untuk memperkuat sektor maritim Indonesia. Usai penandatanganan PKS, acara dilanjutkan dengan sosialisasi Aplikasi Help Desk Port State Control. (*)

abc
Headlines, Keluarga INSA, Ulasan Berita

KERJA SAMA PEMERINTAH DAN INSA REALISASIKAN PROGRAM VAKSINASI RIBUAN PELAUT DAN PEKERJA PELAYARAN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap 1,500 pelaut dan pekerja Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/06/2021).

"Pagi hari ini kita vaksinasi kurang lebih 1.500 orang, baik pekerja pelabuhan bongkar muat, sopir dan kernet serta pelayan publik lain di Pelabuhan Tanjung Priok," kata Presiden saat memberikan keterangan pers yang dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Saat peninjauan vaksinasi, Presiden Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hadir pula dalam kesempatan itu perwakilan pengurus DPP INSA.

Menurut Kepala Negara, Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan terbesar dan tesibuk di Indonesia, yang melayani penumpang dan barang, baik domestik maupun ocean going. Selain itu, pelabuhan ini merupakan juga infrastruktur penting dalam menunjang pendistribusian logistik di Tanar Air. 

Oleh karena itu, mobilitas orang dan barang di Pelabuhan Tanjung Priok sangat tinggi, sehingga kemungkinan tertular Covid-19 juga sangat mungkin terjadi.

Presiden berharap, dengan adanya vaksinasi ini, nantinya para pekerja pelabuhan ini akan terlindungi dari virus Covid-19.

Dalam kesempatan itu, presiden juga membagikan paket kenangan untuk sebagian peserta vaksin yang hadir. Ada juga quiz seputar vaksin berhadiah dua sepeda berlogo kenang-kenangan Presiden RI. Suasana riang tersebut mampu memberi semangat bagi Peserta yang sudah menunggu sejak jam 07:00 pagi hari itu.

Sebagai informasi, para pelaut yang berkesempatan divaksin dengan disaksikan presiden diwajibkan menunjukkan hasil tes swab antigen secara tertulis.

Selain di Pelabuhan Tanjung Priok, Presiden Jokowi juga meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Terminal Kampung Rambutan dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Di kedua lokasi ini, vaksinasi dilakukan masing-masing terhadap 1000 orang, baik pekerja transportasi dan pelabuhan maupun bagi pelaku UMKM dan masyarakat di sekitar lokasi vaksinasi.

Berdasarkan hasil rekapitulasi data dari Balai Kesehatan Kerja Pelayaran, efektif 23 Juni 2021, atau dua pekan sejak awal program vaksinasi pelaut dan pekerja pelabuhan ini, tercatat sudah 8,509 orang penerima vaksin di Pelabuhan Tanjung Priok. Sementara di Pelabuhan Sunda Kelapa sepanjang 10-12 Juni tercatat sudah 2,599 penerima vaksin.

PERAN INSA

Pelaksanaan vaksinasi pelaut ini merupakan hasil proses panjang komunikasi yang baik antara DPP INSA dan pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan. Pada 6  Mei 2021, DPP INSA menyurati Kementerian Perhubungan terkait vaksinasi pelaut. Menindaklanjuti hal itu, Kemenhub bersama DPP INSA menggelar rapat pada 19 Mei 2021.

Dalam rapat itu, Kemenhub diwakili Kasubdit Kepelautan Jaja Suparman beserta Kepala Balai Kesehatan Kerja Pelayaran, dr. Hesti Ekawati, sedangkan DPP INSA diwakili Capt.  Johan Novitrian, Nick Djatnika, Lisda Satria dan Dian Imirsyah. Hadir pula perwakilan dari Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) dan CIMA.

Hasil rapat tersebut kemudian menjadi bahan yang disampaikan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Presiden RI, Joko Widodo, yang kemudian ditindaklanjuti dengan menggelar Program Vaksinasi untuk 10,000 Pelaut dan Pekerja Pelayaran di Terminal Penumpang Nusantara, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam kesempatan itu, sebanyak 250 Pelaut yang bekerja untuk perusahaan pelayaran seperti Humpuss Intermoda, Pan Maritime Wira Pawitra, Andhika Lines, dan TEMAS berkesempatan mewakili pelaut nasional yang mendapatkan vaksinasi dan bertemu dengan Presiden RI dan kedua Menteri.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengapresiasi langkah pemerintah dalam memperjuangkan vaksinasi bagi pelaut dan pekerja pelayaran sebagai garda terdepan penggerak logistik nasional.

Carmelita berharap agar selanjutnya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kantor syahbandar   setempat untuk melebarkan program vaksinasi untuk pekerja pelayaran di luar DKI Jakarta.

Di saat bersamaan, Carmelita menyampaikan akan menginstruksikan DPC INSA untuk mendata pelaut dan pekerja pelayaran di daerah agar bisa mendapatkan vaksinasi yang sama.

Program vaksinasi ini merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya Kementerian Perhubungan menggelar vaksinasi untuk mitra kerja kementerian pada Maret 2021 lalu. Pengurus DPP INSA beserta beberapa karyawan perusahaan pelayaran bersama dengan pengurus asosiasi transportasi baik matra darat dan udara mendapatkan kesempatan untuk divaksinasi.

Vaksinasi bagi pelaut sangat mendesak, mengingat pelaut merupakan kelompok rentan terpapar virus. Kekhawatiran terhadap keselamatan dan kesehatan pelaut juga semakin menjadi jika pelaut terpapar virus saat sedang berlayar, mengingat fasilitas kesehatan hanya yang tersedia di dalam kapal.

Kekhawatiran itu juga terjadi pada keluarga pelaut, karena mereka akan ditinggal berlayar untuk waktu yang cukup panjang. Sehingga kesehatan dan keselamatan keluarga pelaut juga menjadi pertimbangan agar pelaut segera mendapatkan vaksinasi.

Capt. Johan Novitrian menyampaikan bahwa DPP INSA sudah mengumpulkan database pelaut seluruh Indonesia. Dijelaskan bahwa Kemenhub sudah menerima data sekitar 13,500 pelaut yang bekerja untuk perusahaan anggota INSA. Ini merupakan data pertama yang diserahkan dari sekitar 104 perusahaan anggota INSA atau baru sekitar 10% dari total keseluruhan anggota INSA yaitu 1200 perusahaan pelayaran.

Selanjutnya, dia akan meminta kepada seluruh perusahaan anggota INSA untuk segera mengirimkan data pelaut untuk program ini.

Dalam mengumpulkan data pelaut ini, lanjut Capt. Johan, INSA menghadapi tantangan dimana domisili pelaut, jenis kapal yang menjadi tempat kerja dan jadwal istirahat pelaut berbeda satu sama lain. Sehingga cukup kompleks bila pelaut bisa disatukan dalam waktu yang sama untuk mengikuti program ini. Namun, dia akan tetap terus berkoordinasi dengan pemerintah agar semua pelaut dapat menerima vaksin dalam segala kesempatan. (*)

abc
Domestic, Headlines, Ulasan Berita

DUKUNGAN SELURUH STAKEHOLDER DIBUTUHKAN AGAR PELAYARAN BISA BERTAHAN

Industri pelayaran membutuhkan dukungan seluruh stakeholder untuk bisa bertahan mengingat badai covid-19 belum juga mereda.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, sektor pelayaran adalah sektor yang sangat terdampak dari kondisi Covid-19, selain sektor pariwisata dan UMKM. Namun demikian, katanya, pelayaran nasional belum mendapatkan dukungan optimal.

Carmelita melanjutkan, ketiadaan dukungan bagi pelayaran di masa sulit ini tidak sejalan dengan cita-cita mengembalikan kejayan maritim Indonesia.

Salah satu dukungan bagi sektor pelayaran yang sangat mendesak saat ini salah satunya adalah mempercepat pemberian vaksinasi bagi pelaut.

Carmelita mengatakan, percepatan vaksinasi bagi pelaut ini sangat mendesak, mengingat pelaut adalah pelayan publik sekaligus garda terdepan dalam kelancaran arus logistik nasional yang bekerja 24/7.

Vaksinasi bagi pelaut, sambung Carmelita, idealnya juga diberikan secara gratis tanpa dipungut bayaran, mengingat pelaut masuk dalam kategori pekerja pelayanan publik.

Vaksinasi bagi pelaut saat ini tengah menjadi perhatian dunia maritim internasional. International Chamber of Shipping (ICS) mengingatkan bahwa vaksinasi segera menjadi persyaratan wajib bagi pelaut, mengingat beberapa negara telah mendesak seluruh kru kapal divaksinasi sebelum berlabuh di pelabuhan mereka.

"Vaksinasi bagi pelaut Indonesia harus segera dilakukan demi keselamatan dan kesehatan para pelaut, dan juga menjaga pendistribusian logistik kita tidak terganggu,” ujar Carmelita, Selasa(08/06/2021).

Di sisi lain, Carmelita juga menyampaikan pentingnya dukungan fiskal bagi keberlangsungan industri pelayaran nasional. Dukungan berupa keringan tarif perpajakan bagi industri pelayaran nasional itu seperti, memberikan pembebasan PPN dan PBBKB atas pembelian BBM dan pelumas, dan pembebasan PPN atas Jasa Kepelabuhanan dan Jasa Pelayanan Kapal.

Pelayaran nasional juga membutuhkan penyederhanaan administrasi pembebasan PPN untuk pembelian kapal, impor kapal, sewa kapal, perbaikan, pembelian pelumas dan suku cadang.

Selain itu, pembebasan potongan PPh 23 atas sewa kapal, penundaan pembayaran PPh Final Pasal 21 dan penundaan pembayaran PPh Final Pasal 15 1,2 persen selama wabah Covid-19.

INSA juga memohon pengenaan Pajak Penghasilan atas pendapatan perusahaan pelayaran tetap dikenakan PPh Final 1,2% termasuk berlaku juga PPh badan bagi perusahaan pelayaran yang memiliki kapal-kapal jenis floating storage dan floating crane, yang mana secara undang-undang dikategorikan sebagai kapal.

Keringanan pajak itu, menurut Carmelita, sangat dibutuhkan industri pelayaran, guna mengurangi beban perusahaan dan menjaga agar cash flow perusahaan kembali stabil setelah sebelumnya terguncang karena badai Covid-19.

Untuk itu, sambung Carmelita, rencana pemerintah menaikkan tarif pajak baik PPN maupun PPh sebaiknya ditunda lebih dahulu sampai ekonomi kembali benar-benar pulih

 “Di kondisi sulit ini kami belum mendapatkan dukungan, tapi justru diminta ada kenaikan pajak. Jadi sebenarnya di mana keberpihakan dan dukungan untuk kami?” kata Carmelita.

INSA juga meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat aturan baku bagi perbankan terkait penjadwalan ulang pembayaran pokok pinjaman tanpa revaluasi rating peminjam dan keringanan syarat pinjaman.

INSA juga meminta agar semua pihak pelayanan jasa kapal di pelabuhan dapat menahan diri untuk tidak menaikkan tarif, selama masa pandemik masih berlangsung. (*)

abc
insa logo INSA - Indonesian National Shipowners' Association
Jalan Taman Tanah Abang III No.10 RT.3/RW.3 Petojo Selatan
Jakarta
DKI Jakarta 10160
Phone: (021) 3850993 Maps. Exterior insa info 0
Arahan menuju lokasi INSA