Author: admin
Ulasan Berita

INSA APRESIASI TERBENTUKNYA IMIC OLEH BAKAMLA

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), pada Rabu (22/07/2020) melaksanakan peluncuran Indonesian Maritime Information Center (IMIC), di Aula Mabes Bakamla, Jakarta.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia dalam sambutannya mengatakan, semoga dengan diresmikannya IMIC ini dapat memberikan kontribusi maksimal dalam pengamanan wilayah perairan dan yuridiksi Indonesia. Hal ini juga untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, yang tidak hanya bermanfaat bagi pengguna jasa laut dari Indonesia tetapi juga dari mancanegara.

Aan menuturkan IMIC memiliki misi untuk membangun kapasitas dan kapabilitas sistem monitoring, mengintegrasikan sistem monitoring nasional di antara 13 Kementerian dan Lembaga (K/L), dan menjalin kerja sama pertukaran informasi dengan badan atau lembaga informasi maritim regional dan global.

"Pada prakteknya IMIC akan memberdayakan kapal-kapal atau aset yang ada di Bakamla, kemudian juga aset yang ada di 13 K/L ini," kata Aan.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (DPP INSA) Carmelita Hartoto dalam videonya mengucapkan selamat atas terbentuknya IMIC oleh Bakamla RI.

Dikatakan Carmelita, INSA mengharapkan IMIC ini dapat memberikan dampak positif bagi industri pelayaran nasional, khususnya dalam meningkatkan daya saing. Sehingga sektor laut nasional dapat benar-benar dioptimalkan agar dapat berkontribusi lebih besar bagi perkembangan ekonomi nasional di masa depan.

DPP INSA yang diwakili Sekretaris I Capt. Otto K.M Caloh dan Anggota Bidang Pariwisata Reyzal D. Yusman hadir dalam acara tersebut. (*)

Sekretaris I Capt. otto K.M Caloh (kiri), Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia (tengah), Anggota Bidang Pariwisata INSA Reyzal D. Yusman (kanan) di acara Launching Indonesian Maritime Information Center (IMIC), Jakarta, Rabu (22/07/2020).
abc
Domestic

26 ORANG ABK KM BAHARI INDONESIA YANG TERBAKAR BERHASIL DIEVAKUASI DENGAN SELAMAT

Kapal Motor (KM) Bahari Indonesia rute pelayaran Jakarta-Pontianak dilaporkan terbakar di perairan laut Jawa, Selasa (21/7) petang. Kapal dengan 26 orang Anak Buah Kapal (ABK) termasuk Nakhoda dan tanpa penumpang tersebut berhasil dievakuasi tim SAR terpadu.

Musibah terbakarnya kapal KM Bahari Indonesia milik PT. Fajar Bahari Nusantara itu tepatnya terjadi di Koordinat 4°10 ‘ 30.17” S 107°09’46.79” E di Laut Jawa.

"Kapal tersebut tidak mengangkut penumpang, ada 26 orang ABK dan semuanya selamat yang dievakuasi dengan kapal Samudra Jaya Abadi. Saat ini ke 26 orang ABK tersebut dibawa ke Pelabuhan Ketapang," kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad dalam siaran persnya, Rabu (22/7).

Bersama Tim SAR gabungan, Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok telah mengerahkan 1 unit kapal patroli KN. Alugara untuk mencari keberadaan bangkai kapal KM. Bahari Indonesia tersebut yang diduga hanyut ke arah barat searah dengan angin dan arus laut.

Ahmad menuturkan Kapal patroli KN. Alugara dikerahkan untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran di lokasi kejadian terbakarnya kapal tersebut sekaligus ikut mencari bangkai kapal dimaksud yang diperkirakan hanyut.

"Kami juga telah mengirimkan pesan radio melalui Vessel Traffic Service (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP) sekitar untuk kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian agar berhati-hati dan menyampaikan kepada kami jika menemukan keberadaan bangkai kapal tersebut," tuturnya.

Mengenai penyebab terbakarnya kapal KM. Bahari Indonesia, dikatakan Ahmad, bahwa pihaknya menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sebagai informasi, kapal KM Bahari Indonesia berwarna biru lambung dan putih deck atas dinakhodai Khafid dengan pemilik PT Fajar Bahari Nusantara dengan panjang Kapal: 69,8 x 16 meter. (*)

abc
Galeri

INSA JADI PENANGGAP DI ACARA INEWS TV

Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (DPP INSA) yang diwakili oleh Capt. Witono Suprapto menghadiri sekaligus menjadi penanggap di acara Talk to Inews on Webinar bertema "Idul Adha di Era Adaptasi Kebiasaan Baru" Kesiapan Distribusi Ternak dan Logistik, Serta Grand Design I Tol Laut, Selasa (21/07/2020).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus R. Purnomo menjadi opening speech pada webinar ini.

Acara ini juga menghadirkan para narasumber dari berbagai instansi. Seperti Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko, Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas Kemenko Marves Rusli Rahim, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Fini Murfiani, Kasub Satgas Pangan Kombes Pol. Helfi Assegaf, dan Kaprodi Pasca Sarjana Teknik Sistem Perkapalan ITS, R.O. Saut Gurning. (*)

abc
Ulasan Berita

KEMENHUB BERI PENGHARGAAN KEPADA STAKEHOLDER TOL LAUT

Kementerian Perhubungan melaui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memberikan penghargaan kepada para operator Tol Laut dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menjalankan program tol laut dengan performa terbaik di sepanjang semester I/2020.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko mengatakan, tiga kategori penghargaan yaitu kategori operator kapal dengan load factor terbanyak, kategori operator kapal dengan muatan terbanyak dan kategori operator kapal dengan performa capaian voyage terbaik.

Menurutnya, peranan Pemda sangat penting terutama dalam mengoptimalisasi ruang muat Kapal Tol Laut untuk mengangkut muatan barang pokok, barang penting dan lainnya yang dibutuhkan di daerahnya serta mengupayakan adanya muatan balik yang merupakan potensi unggulan daerah.

“Selama ini muatan unggulan di daerah mungkin sudah ada, namun belum ada sarana pengangkutnya atau kauntitasnya belum banyak, sehingga diharapkan Pemerintah Daerah bisa mengupayakan peningkatan muatan dari waktu ke waktu,” kata Wisnu seperti dikutip hubla.go.id, Senin (20/07/2020).

Selain itu, lanjutnya, Pemda juga melakukan pendataan, pemantauan dan evaluasi jenis, jumlah dan harga barang dari dan ke di masing-masing daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan yang masuk dalam program pelayanan publik untuk angkutan barang di laut, darat, dan udara dan program pendukungnya..

“Pemerintah Daerah juga melakukan pemantauan, pengawasan kegiatan Sentra Logistik dan melakukan peningkatan perdagangan produk unggulan daerah untuk memaksimalkan muatan balik kapal tol laut,” tuturnya.

Dikatakannya, peran para pengelola dan Operator Kapal tol laut juga sangat penting. Untuk itu, pemberian penghargaan kepada pengelola Kegiatan dan Operator Kapal Perintis dalam Bidang Perawatan Kapal, akan memacu para operator untuk melakukan perawatan kapal dengan baik, mengingat kapal perintis merupakan infrastruktur yang menghubungkan daerah di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan.

“Operator kapal perintis juga wajib malaksanakan plan maintenance system agar pemeliharaan kapal negara dapat berjalan baik dan terencana, sekurang-kurangnya 3 bulan sekali operator harus melaporkan kondisi kapal negara yang dioperasikannya agar secara transparan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dapat mengetahui pemeliharaan kapal yang dilakukan  oleh para operator kapal negara,” ujarnya

Hal penting lain dalam implementasi program tol laut adalah peran kapal ternak. Pemberian penghargaan kepada operator Kapal Ternak merupakan salah satu wujud implementasi Tol Laut dalam mengangkut ternak dari daerah asal ternak ke daerah konsumen sebagai penerima ternak.

“Distribusi ternak menggunakan kapal khusus ternak sangat dibutuhkan untuk Meningkatkan Kelancaran Distribusi Daging Sapi/Kerbau Melalui Angkutan Laut dari Daerah Produsen ke Daerah Konsumen dengan memperhatikan kaidah animal welfare selama pengangkutan. Hal tersebut diharapkan berpengaruh terhadap pengurangan tingkat stress ternak serta berpengaruh terhadap minimalnya susut  bobot dan kualitas daging  dari ternak  yang diangkut,” ungkapnya.

Kasubdit Angkutan Laut Khusus Capt. Bharto Ari Rahardjo melaporkan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah dalam rangka memberikan penghargaan dan reward kepada Pemda serta Operator atas segala upaya yang telah dilakukan dalam melaksanakan program Tol Laut barang dan ternak serta perawatan kapal Perintis.

“Pemberian penghargaan kepada Pemda dan Operator Tol Laut sebagai wujud apresiasi dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk  memberikan motivasi dalam meningkatan pelayanan demi terselenggaranya kegiatan Tol Laut Barang dan Ternak serta Angkutan Perintis,” tambah Bharto.

Penghargaan yang diberikan kepada operator Tol Laut dengan kategori total muatan terbanyak dengan total muatan 1.407 teus diraih oleh PT. Pelni (Persero). Kategori load factor tertinggi sebesar 88,67% diraih oleh PT. Djakarta Lloyd (Persero). Kategori capaian voyage terbanyak  (capaian realisasi dibandingkan dengan target voyage) diraih oleh PT. Temas Tbk.

Penghargaan kepada Pemda dengan penerima muatan berangkat terbanyak diberikan kepada Kabupaten Pulau Morotai, total muatan berangkat sebanyak 381 teus melaui Pelabuhan Morotai dengan operator PT. PELNI. Lalu, Kabupaten Sangihe, total muatan berangkat sebanyak 341 teus melalui Pelabuhan Tahuna dengan operator PT  PELNI. Diikuti Kabupeten Nunukan, total muatan berangkat sebanyak 309 teus melaui Pelabuhan Nunukan Sebatik operator PT. ASDP.

Kemudian Kabupaten Kepulauan Tanimbar melaui Pelabuhan Saumlaki dengan total muatan 287 teus, dan terakhir Kabupaten Banggai melaui Pelabuhan Luwuk dengan total muatan 252 teus

Sementara, penghargaan kepada Pemda dengan pengirim muatan balik terbanyak, program tol laut adalah Kabupaten Pulau Morotai, total muatan balik sebanyak 408 teus melaui Pelabuhan Morotai dengan operator PT. PELNI. Diikuti Kabupaten Sangihe, total muatan balik sebanyak 170 teus melalui Pelabuhan Tahuna dengan operator PT  PELNI. Lalu, Kabupeten Halmahera Tengah, total muatan balik sebanyak 117 teus melaui Pelabuhan Weda. Lalu, Kabupaten Halmahera Barat melaui Pelabuhan Jailolo dengan total muatan 107, dan Kabupaten Halmahera Selatan  melaui Pelabuhan P.Obi dengan total muatan 92 teus.

Sedangkan penghargaan untuk operator BUMN dengan load faktor terbaik kegiatan angkutan khusus ternak diraih oleh PT. PELNI, yang mengoperasikan KM. Caraka Nusantara 1 mengangkut sebanyak 3.518 sapi (100.51 %) dengan 7 voyage.

Pada operator swasta dengan load faktor terbaik kegiatan angkutan khusus ternak diraih oleh PT. Pelayaran Wirayuda Maritim, yang mengoperasiakn KM. Camara Nusantara 2 mengangkut sebanyak 4.041 sapi (115.46 %) dengan 7 voyage. (*)

abc
Teknologi

TINGKATKAN LAYANAN, DITJEN HUBLA SEDIAKAN APLIKASI SEHATI

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) tingkatkan layanan berbasis online dengan meluncurkan aplikasi Sistem Elektronik Hubla Terintegrasi (SEHATI). Melalui aplikasi ini masyarakat semakin mudah dalam melakukan proses layanan perizinan di Ditjen Hubla secara online.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Agus Purnomo mengatakan, pemanfaatan teknologi informasi ini merupakan upaya Ditjen Hubla menuju satu data perhubungan laut melalui satu pintu untuk semua pelayanan yang ada di Ditjen Hubla, baik di pusat maupun daerah.

"Aplikasi ini diharapkan dapat membuat proses perizinan menjadi lebih mudah, transparan dan realtime,” kata Agus seperti dikutip laman hubla.dephub.go.id, Jumat (17/07/2020).

Agus mengungkapan, aplikasi SEHATI juga telah terintegrasi dengan beberapa aplikasi lain. Di antaranya Online Single Submition (OSS) milik BKPM dan Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) milik Kementerian Keuangan. “Proses pengajuan dan monitoring untuk semua pelayanan di bidang perhubungan laut pun dapat dilaksanakan secara terpadu melalui satu pintu, serta telah memiliki Digital Signature atau sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik,” ungkapnya.

Aplikasi SEHATI ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sebab, melalui penggunaan aplikasi ini, masyarakat tak perlu datang bertatap muka dengan petugas untuk mendapatkan layanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Dengan demikian, protokol kesehatan dengan menjaga jarak (physical distancing) telah dijalankan.

Kepada seluruh jajaran Ditjen Hubla di seluruh Indonesia, Dikatakan Agus, agar tetap bersemangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah Pandemi Covid-19, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam laporannya yang dibacakan oleh Direktur KPLP, Ahmad, menyampaikan bahwa SEHATI memiliki tujuh fungsi Utama (Modul) yang saling terkoneksi, antara lain Datalake, Workflow Engine, Single Sign On, API (Application Programming Interface), ESB (Enterprise Service Bus), Modul Analytic Framework dan Dashboard Monitoring.

Ahmad menyebutkan saat ini terdapat 24 layanan dalam SEHATI yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, yaitu terkait layanan di bidang perkapalan dan kepelautan, kepelabuhanan, kenavigasian, KPLP, dan Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP). Adapun lima layanan di antaranya telah go live dan bisa langsung diakses oleh pengguna jasa pada alamat sehati.hubla.dephub.go.id, di antaranya layanan Pembuatan Baru Dokumen Pengawakan (SAFEMANING), Seafarers Identity Document (SID), Surat Izin Usaha Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal (SIUPPAK), Surat Penetapan Tanda Panggilan (Call Sign), dan Pembangunan atau Pengembangan Tersus.

SEHATI akan terus dikembangkan agar seluruh layanan di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut dapat diakses melalui satu pintu. “Dengan dibangunnya SEHATI diharapkan perizinan menjadi lebih mudah, transparan, realtime, dan mampu mengurangi birokrasi serta mempermudah para pelaku usaha dan perorangan dalam melakukan layanan di bidang perhubungan laut," pungkasnya. (*)

abc
Domestic

KEMENHUB LUNCURKAN SISTEM APLIKASI PELAPORAN KONSUMSI BAHAN BAKAR KAPAL

Guna mendukung program penurunan emisi gas rumah kaca, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) luncurkan Sistem Aplikasi Pelaporan Konsumsi Bahan Bakar Kapal (Data Collection System/DCS).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus Purnomo mengatakan, International Maritime Organization (IMO) melalui Konvensi MARPOL Annex VI telah mengatur bagaimana mengurangi emisi gas buang kapal dengan penerapan energi efficiency. ​

Indonesia, sambung Agus, mendukung hasil kesepakatan di IMO dengan mewajibkan semua negara anggota IMO untuk melaporkan konsumsi bahan bakar semua kapal khususnya kapal yang berukuran GT 5000 atau lebih kepada IMO setiap tahun dengan program DCS.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt. Sudiono menuturkan aplikasi ini merupakan implementasi dari Proyek Perubahan program PIM II yang saat ini diikuti oleh Kasubdit Pencegahan Pencemaran dan Manajemen Keselamatan Kapal dan Perlindungan Lingkungan di Perairan Ditjen Hubla untuk memudahkan para pemilik kapal melakukan pelaporan konsumsi bahan bakar kapalnya setiap tahun.

"Melalui aplikasi ini maka pelaporan konsumsi bahan bakar kapal berbendera Indonesia dapat dilakukan secara online, dimana aplikasi ini dapat diakses secara mudah dan cepat dari manapun. Jadi silahkan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung Gerakan Rumah Kaca agar bumi kita selalu nyaman kita tempati,” kata Capt. Sudiono.

Selain itu, sebagai salah satu negara anggota Dewan IMO yang berperan aktif dalam hal perlindungan lingkungan maritim, sejak 1 Januari 2020 Ditjen Hubla telah mewajibkan untuk kapal berbendera Indonesia maupun kapal asing yang menggunakan bahan bakar low sulfur atau lebih dikenal dengan aturan IMO 2020, wajib menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur senilai maksimal 0,5% m/m untuk Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim.

Hal tersebut diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor UM.003/93/14/DJPL-18 tanggal 30 Oktober 2018 tentang Batasan Kandungan Sulfur Pada Bahan Bakar dan Kewajiban Penyampaian Konsumsi Bahan Bakar di Kapal.

“Dengan kebijakan penggunaan low sulfur yang telah diterbitkan, kita dapat menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang aktif dan peduli terhadap perlindungan lingkungan maritim,” pungkasnya. (sumber: hubla.dephub.go.id)

abc
Teknologi

TINGKATKAN KESELAMATAN KAPAL KECIL DAN TRADISIONAL MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI

Perkembangan teknologi dan informasi saat ini sangat bermanfaat dan memberikan kemudahan-kemudahan disegala bidang pekerjaan, tidak terkecuali dalam bidang transportasi laut. Salah satu pemanfaatan teknologi bagi transportasi laut tersebut adalah proses identifikasi dalam penertiban sertifikasi elektronik bagi kapal ikan dan kapal trandisional yang berukuran dibawah 7 GT.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Umar Aris mengatakan, penerbitan sertifikasi elektronik dengan sistem data base online ini nantinya diharapkan dapat menjadi solusi bagi Kemenhub dalam upaya meningkatkan keselamatan pelayaran kapal-kapal tradisional di Indonesia.

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut memberikan dukungan kemudahan bagi nelayan/awak kapal tradisional dalam mereka berusaha serta meningkatkan keselamatan mereka dengan penggunaan teknologi maju dalam sistem manajemen kapal-kapal nelayan kecil dan kapal tradisional ini.

Beberapa program Kemenhub dalam rangka meningkatkan keselamatan bagi kapal-kapal kecil dan tradisional antara lain adalah penggabungan sertifikat menjadi satu sertifikat dari semua aspek kelaiklautan kapal, memangkas proses birokrasi pengurusan sertifikat Pas Kecil dan memberikan masa berlaku menjadi seumur hidup, memberikan bebas biaya pengurusan sertifikat Pas Kecil di UPT Kementerian Perhubungan serta pemberian Lifejacket (Jaket penolong/pelampung) secara gratis kepada para nelayan.

Program penyederhanaan dan kemudahan pengurusan proses sertifikasi elektronik bagi kapal-kapal kecil dan tradisonal ini juga merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan program reformasi birokrasi oleh Kemenhub dengan tujuan untuk memastikan pengawasan dan jaminan keselamatan pelayaran dapat dilaksanakan dengan baik.

Dalam pengawasan tersebut, tentunya keakuratan proses identifkasi elektronik menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk penerbitan sertifikasi elektronik kapal-kapal tradisional ini, sehingga nantinya pengawasan untuk menjamin keselamatan kapal-kapal ini bisa dilakukan dengan lebih baik dengan menggunakan teknologi yang memadai sesuai perkembangan jaman.

Untuk itu, beberapa waktu yang lalu, Dtjen Hubla bersama dengan Binus University menyelenggarakan kegiatan Webinar Teknologi Sistem Informasi Keselamatan Pelayaran dengan tema Penggunaan Teknologi Informasi Proses Identifikasi dan Sertifikasi Elektronik Dalam Rangka Meningkatkan Aspek Keselamatan Kapal Nelayan dan Kapal Tradisional Berbahan Dasar Kayu Ukuran Kurang dari GT.7.

Melalui webinar ini diharapkan akan menghasilkan rekomendasi atau masukan yang bisa menjadi referensi bagi Kemenhub dalam menentukan atau membuat kebijakan selanjutnya.

Dalam Webinar Teknologi Sistem Informasi Keselamatan Pelayaran ini, selain Dr. Umar Aris beberapa nara sumber yang menjadi pembicara adalah Dr. Ford Lumban Gaol (Doctor of Computer Science Binus University, IEEE Computer Society Indonesia Chapter), Goenaryo, Api (Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan), Dr. Soerjanto Tjahjono (Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi - KNKT), Capt. Zaenal Arifin Hasibuan (Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners' Association - INSA), Riza Adha Damanik (Ketua DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia - KNTI), Sudirman Abdullah (Ketua DPP Pelayaran Rakyat - Pelra) dan Prof. Dr. Sunaryo, M.Sc (Direktur Indonesian Maritime Centre / Guru Besar Fakultas Teknik Perkapalan Universitas Indonesia), dengan Moderator, Capt. Diaz Saputra, Dip. TSI, MBA.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkapkan berdasarkan investigasi ditemukan beberapa hal saat terjadinya kecelakaan kapal kecil atau kapal tradisonal yang berbahan kayu. Diantaranya adalah sistem bahan bakar yang kurang memenuhi standar keselamatan pelayaran, temperatur ruang mesin melebihi 42 derajat celcius serta sistem kelistrikan kapal tidak sesuai standar.

Menurutnya beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan dilaksanakannya identifikasi kapal secara elektronik, diantaranya proses pencatatan atau identifikasi kapal dapat dilakukan secara nasional dengan standar informasi yang seragam, mengetahui daerah operasional, lebih mudah mengontrol dalam pengawasan kapal, waktu docking kapal, umur kapal serta riwayat kapal.

“Dengan data elektronik sertifikasi juga membuktikan negara selalu hadir dan memudahkan dalam menginventarisasi permasalahan atau problem yang timbul terkait dengan type kapal dan pembuatan kapal sehingga dapat dilakukan evaluasi yang komprehensif untuk meningkatkan keselamatan pelayaran,” tukas Soerjanto. (*)

Sumber: http://hubla.dephub.go.id/berita/Pages/KEMENHUB-MANFAATKAN-TEKNOLOGI-INFORMASI-UNTUK-PENINGKATAN-KESELAMATAN-PELAYARAN-BAGI-KAPAL-KECIL-DAN-TRADISIONAL.aspx

abc
insa logo INSA - Indonesian National Shipowners' Association
Jalan Taman Tanah Abang III No.10 RT.3/RW.3 Petojo Selatan
Jakarta
DKI Jakarta 10160
Phone: (021) 3850993 Maps. Exterior insa info 0
Arahan menuju lokasi INSA