Category: Interview
Interview

TANTANGAN PELAUT DI ERA KENORMALAN BARU

Pandemi Covid-19 telah mengancam berbagai aspek kehidupan. Pelaut atau orang yang bekerja di atas kapal ikut merasakan dampaknya. Dimana, banyak negara yang melarang atau mempersulit pergerakan pelaut di tengah wabah Covid-19.

Berbagai aturan sudah dikeluarkan guna mencegah penyebaran Covid-19 di atas kapal seperti Surat Edaran Perhubungan Laut No: SE. 11 Tahun 2020, Circular Letter No. 4202/Add.4 International Chamber of Shipping (ICS), Circular Letter No. 4202/Add.3 World Health Organization (WHO), dan Circular Letter No. 4202/Add.2 Joint Statement WHO-IMO. Namun, sejumlah tantangan masih harus dihadapi pelaut di era new normal.

Ketua Bidang SDM Pelaut DPP INSA Johan Novitrian mengatakan, kondisi di atas kapal sudah sangat sulit lantaran adanya pembatasan masuk pelabuhan di Indonesia dan di sejumlah negara. Hal ini menyebabkan port clearance (penerbitan surat persetujuan belayar) menjadi terlambat, dan terburuknya kapal tidak di izinkan masuk.

Kendala ini, lanjut Johan, sudah dirasakan pada kapal-kapal penumpang yang mencari tempat untuk berlabuh supaya diperbolehkan masuk hanya sekedar mengisi makanan, bahan bakar, dan air, namun tidak diperbolehkan sampai waktu yang ditentukan.

“Efek dari port entry restrictions ini atau penutupan pelabuhan menyebabkan tidak boleh melakukan crew change,” kata Johan di webinar Perlindungan Hukum Pelaut dan Protokol Kesehatan Untuk Pelaut Dalam Masa Pandemi Covid-19, awal Juni lalu.

Johan bilang, yang masih harus dicermati setelah crew change dibuka adalah pelaksanaan protokol kesehatan pada saat kru turun dan naik di atas kapal. Hal Ini menjadi faktor utama penentu kondisi aman di atas kapal dari Covid-19.

“Sampai sekarang agak sulit ya memantau karena di kapal sendiri masih tidak ada terjadinya rotasi atau crew change. Karena masih di isi kru yang lama yang tidak pulang sampai waktu belum ditentukan,” tuturnya.

Kemudian, dikatakan Johan, protokol kesehatan juga perlu diterapkan pada sektor-sektor yang berhubungan dengan industri pelayaran untuk mitigasi penyebaran Covid-19.

Johan mengungkapkan DPP INSA juga telah memberi masukan di bidang kepelautan kepada Kementerian Perhubungan dalam menghadapi new normal. Diantaranya adalah tata cara dan kegiatan Crew Change diatur secara terstruktur dan seragam di semua pelabuhan Indonesia. Hasil pemeriksaan Rapid test harus memilik validasi untuk durasi yang seragam di semua pelabuhan Indonesia dan harus diterima hasil test dari klinik yang berwenang untuk mendapatkan Certificate of Examination dari Port Health officer.

Lalu, agar tidak ada lagi pelabuhan di Indonesia yang menolak pemberlakuan Crew Change karena kebijakan pemerintah lokal. Syahbandar setempat atas perintah dari Dirjen Hubla agar melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.

Kementerian Perhubungan untuk membuat Standard Guidance untuk crew change supaya tidak terjadi delay yang panjang yang dapat menimbulkan biaya tinggi seperti akomodasi selama menunggu hasil, double rapid test, terutama untuk crew yang tempat mobilisasinya jauh.

Meminta Kemenhub membuat Juklak tata cara pelaksanaan pelayanan terhadap embarkasi/ debarkasi penumpang kapal-kapal perintis sesuai Protokol Covid-19. Kemudian, diberikan kemudahan juga terhadap pergantian crew asing yang bekerja dikapal, saat kapalnya berada di pelabuhan Indonesia. Dan pengurusan sertifikasi keterampilan pelaut dilakukan secara online.

Kepala Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) dr. Hesti Ekawati menambahkan bahwa protokol kesehatan yang diterbitkan baik dari internasional maupun dalam negeri sudah cukup menjadi patokan bagi pelaut. Dikatakannya, saat ini BKKP tengah menyusun petunjuk pelaksana (juklak) dalam menghadapi new normal.

“Sesuai dengan sidang IMO melalui zoom, akan ada penambahan item pemeriksaan bagi pelaut dengan standar yang lebih tinggi. Kami juga lagi menunggu apakah Indonesia juga bisa melaksanakan hal tersebut,” pungkas dr. Hesti.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri per 02 Juni 2020 disebutkan ada 23.570 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia bekerja di atas kapal niaga asing yang terdampak Covid-19. Kementerian Luar negeri sejak pertengahan Maret lalu telah mengupayakan agar ABK bisa segera pulang. Hingga kini sudah 20.443 ABK sudah berhasil pulang ke Tanah Air. (*)

abc
Interview

TETAP SEHAT DAN FIT DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Pola hidup sehat dan menjaga kondisi tubuh tetap fit perlu dijaga dan ditingkatkan di masa pandemi Covid-19. Kondisi imun yang melemah akan berdampak negatif bagi tubuh dan berpotensi terinfeksi oleh virus. Meski saat ini kegiatan bekerja dan lainnya lebih banyak dilakukan di rumah, bukan berarti abai terhadap kesehatan.

Berbagai cara dapat dilakukan agar tubuh tetap sehat dan fit selama di rumah. Ungkapan latin mengatakan “mens sana in corpore sano” yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Karena itu, kapanpun dan dimanapun kita sempatkan diri tuk rajin berolahraga.

Pada edisi ini, majalah INSA News berkesempatan mewawancarai Country General Manager MSC Indonesia Dhany Novianto mengenai cara menjaga kondisi tetap sehat dan fit di tengah pandemi Covid-19.

Kepada INSA News Dhany bercerita semenjak adanya Covid-19 dirinya lebih banyak beraktivitas di rumah, mulai dari melakukan kegiatan bekerja hingga berolahraga. Pria yang telah menggeluti bidang pelayaran selama kurang lebih 30 tahun ini memang gemar berolahraga.

“Yang saya lakukan agar badan tetap fit, baik dalam situasi Covid-19 ataupun tidak, saya melakukan kegiatan berolahraga setiap hari/pagi kurang lebih 40 menit, saya lakukan di rumah tanpa harus keluar rumah,” kata Dhany di Jakarta.

Dhany yang juga merupakan Anggota Bidang Angkutan Petikemas Luar Negeri DPP INSA mengatakan, kegiatan olahraga yang biasa dilakukannya adalah bersepeda statis, sit up dan angkat beban yang masing-masing dilakukan selama 15 menit, dan 25 menit. Dijelaskannya, latihan angkat beban dilakukan sebanyak 600 ratus kali angkatan yang dibagi dalam tiga sesi. Kemudian sit up sebanyak 200 kali yang dibagi empat sesi.

“Semua itu dilakukan dengan gerakan yang cepat berepetisi dengan jeda 1-2 menit,” jelasnya.

Beragam manfaat dari berolahraga. Tidak hanya untuk kesehatan fisik, namun bermanfaat juga dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang. Dan tentunya hal ini diimbangi dengan mengkonsumsi makanan bergizi yang seimbang.

UBAH GARASI JADI KANTOR

Foto: Dhany Novianto

Walaupun bekerja dari rumah, Dhany ingin tetap produktif. Tempat yang nyaman dan bebas dari gangguan menjadi hal penting baginya. Dhany pun mulai menelusuri satu per satu ruangan di rumahnya untuk dijadikan tempat bekerja. Diluar dugaan, garasi dipilihnya sebagai tempat kerja sehari-hari selama Work From Home (WFH).   

“Karena saya perlu privasi didalam bekerja dan perlu tempat yang enak buat kerja tanpa mengganggu dan diganggu oleh orang rumah, akhirnya saya putuskan garasi saya jadikan kantor/ruang kerja kedua saya,” tuturnya.

Menurut Dhany, bekerja di rumah lebih produktif dan lebih konsentrasi dalam mengerjakan pekerjaan dibandingkan di kantor serta bisa mengatur waktu lebih baik.

Lepas dari itu semua, Dhany merindukan akan banyak hal dan berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga dapat kembali beraktivitas secara normal dan ekonomi kembali pulih.

“Yang membuat saya rindu di masa pandemi ini adalah, kegiatan bersosialisasi dengan partner bisnis, keluarga dan handai taulan, travelling juga, hangout juga dan golf,” pungkasnya. (*)

Foto: Dhany Novianto
abc
Interview

TANTANGAN PERUSAHAAN PELAYARAN DI KALA PSBB

Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid-19). Kebijakan tersebut diantaranya mulai dari physical distancing, work from home (WFH), sekolah dari rumah hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Adanya kebijakan tersebut mengharuskan menajemen suatu perusahaan mengubah gaya kerjanya guna menjalankan arahan dari pemerintah.

Seperti PT Pan Maritime Wira Pawitra (PMWP) yang merupakan perusahaan pelayaran nasional memberlakukan WFH sejak 16 Maret 2020 guna memerangi Covid-19. Awalnya, menajemen menerapkan dua shift dari setiap departement dalam perusahaan yang bergantian masuk kantor sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. 

“Kemudian, mengikuti keputusan Pemprov DKI terkait WFH dan PSBB, seluruh karyawan bekerja dari rumah secara waktu penuh,” kata Dian A. Imirsyah GM Operation/DPA PT PMWP kepada INSA News di Jakarta.

Perkembangan teknologi yang semakin canggih sangat membantu perusahaan dalam melakukan koordinasi ditengah pandemi Covid-19. Seperti kegiatan operasional kapal dan kru kapal dilakukan secara “remote” dengan menggunakan komunikasi via Whatsapp (WA), email, dan video conferencing menggunakan aplikasi Skype dan Zoom.

“Pertemuan dengan pihak klien pun juga dilakukan secara ‘jarak jauh’ menggunakan Skype, Zoom dan Microsoft Teams,” ungkapnya.

Diakui Dian, suasana bekerja di rumah awalnya sangat berat bagi seluruh karyawan karena menjadi tidak fleksibel. Namun, memahami kondisi yang ada serta demi kesehatan serta keselamatan karyawan dan keluarga masing-masing, akhirnya kegiatan WFH bisa disesuaikan.

Menurut Dian, ada hal positif yang dapat dirasakan para karyawan melalui WFH. Misalnya, bekerja dan berada dekat keluarga 24 jam setiap hari. Sehingga pekerjaan dilakukan sambil membantu anak yang juga melakukan kegiatan sekolah dari rumah, juga urusan rumah tangga seperti memasak, dan merapihkan rumah.

“Untuk menjaga kondisi fisik, pastinya karyawan juga melakukan kegiatan olah raga yang secukupnya di sekitar area rumah seperti jalan pagi, jogging, yoga, senam dan bersepeda. Tentunya hal ini tidak dipaksakan secara berlebihan mengingat potensi bahaya terpaparnya coronavirus di sekitar kita,” ujarnya.

Kemudian kendala lainnya yang dihadapi perusahaan pelayaran saat WFH, lanjut Dian, adalah terhambat untuk melakukan penggantian Sertifikat Kapal, pengiriman Logistik ke lokasi dan perbaikan kecil (repair) dan besar (docking) karena pembatasan yang dilaksanakan oleh beberapa Pemerintah Daerah.

“Kita berharap pemerintah dapat memberikan keringanan perizinan dan stimulus untuk sektor transportasi yang terdampak covid-19,” tandasnya.

Hal yang sama juga dilakukan PT Mitra Samudra Sejati (MSS) yang menerapkan WFH pada karyawannya. Direktur Utama PT MSS Capt. Zaenal A. Hasibuan mengatakan, perusahaan menerapkan WFH secara bertahap sejak adanya imbauan dari pemerintah.

“Awalnya untuk karyawan yang bekerja menggunakan kendaraan umum kami berlakukan WFH sejak akhir Februari. Lalu dilanjut dengan WFH untuk seluruh karyawan di Jabodetabek,” ujarnya.

Capt. Zaenal menyebutkan perusahaannya ada di Jakarta dan juga Balikpapan sehingga kerja secara jarak jauh sudah biasa dilakukan perusahaan.

“Kami sebenarnya terbiasa bekerja jarak jauh karena dalam sehari-harinya juga saya sendiri banyak mengerjakan pekerjaan yang mengharuskan saya meninggalkan kantor,” imbuhnya.

Soal kendala yang dihadapi, dikatakan Capt. Zaenal, adalah mengenai rotasi pelaut. Pasalnya, kapal-kapal yang dioperasikan banyak beroperasi di area minyak dan gas (migas) dan Terminal Khsusus (Tersus) yang mengharuskan para pelaut menjalankan karantina sebelum naik ke kapal.

“Hal ini memengaruhi jadwal yang sudah dijalankan bertahun-tahun,” bebernya.

Tak hanya itu, saat kapal melakukan docking juga menjadi kendala yang perlu disikapi. Sebab, kapal belum bisa dilayani dikarenakan terbatasnya para pekerja di lapangan akibat PSBB guna mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini menyebabkan jadwal operasi kapal berubah dan membengkaknya biaya operasional.

“Saat sebelum memulangkan ABK di kapal tersebut, tiba-tiba berlaku larangan penerbangan dan PSBB di Jawa Timur, maka berantakan lagi semua rencana yang kesemuanya berimbas pada penambahan biaya operasi kapal,” ungkapnya.

Lalu, lanjut Capt. Zaenal, kapal-kapal yang beroperasi di sektor migas juga terkena imbas Covid-19 karena banyak klien yang memberlakukan WFH sehingga urusan pembayaran menjadi terhambat. Disisi lain sampai saat ini tidak terlihat adanya kelonggaran dari perbankan dalam menyikapi keadaan tersebut, artinya saat terlambat membayar bank tetap memberi peringatan.

“Industri jelas terdampak, tapi seperti biasa yang qualified akan survive apakah itu perusahaan kecil atau besar, semua tergantung strategi dan kemampuan beradaptasi,” pungkasnya. (*)

abc
insa logo INSA - Indonesian National Shipowners' Association
Jalan Taman Tanah Abang III No.10 RT.3/RW.3 Petojo Selatan
Jakarta
DKI Jakarta 10160
Phone: (021) 3850993 Maps. Exterior insa info 0
Arahan menuju lokasi INSA