READING

INSA SOROTI PELUANG DAN TANTANGAN TRANSISI ENERGI ...

INSA SOROTI PELUANG DAN TANTANGAN TRANSISI ENERGI BERSIH DI SEKTOR PELAYARAN

Jakarta – Ketua Pokja Dekarbonisasi DPP INSA, Ganny Zheng, hadir sebagai narasumber dalam Workshop “Leveraging Green Fuel Demand from the Shipping Industry to Accelerate Renewable Electrification and Green Hydrogen in Indonesia” yang diselenggarakan oleh The Green Hydrogen Organisation (GH2) bekerja sama dengan GIZ Indonesia di Jakarta (5/8/2025).

Acara dihadiri lebih dari 30 peserta dari sektor pelayaran, energi, dan bahan bakar bersih untuk membahas peran strategis green hydrogen dan turunannya dalam mempercepat dekarbonisasi industri maritim serta mendukung transisi energi berkeadilan di Indonesia.

Dalam paparannya, Ganny Zheng menegaskan bahwa sektor pelayaran memegang peran penting dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca, sejalan dengan target International Maritime Organization (IMO) untuk mencapai net zero emission pada tahun 2050. Ia menjelaskan bahwa IMO telah menyepakati target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 20–30% pada tahun 2030 dan 70–80% pada tahun 2040, sebelum mencapai nol emisi pada pertengahan abad ini.

“Dekarbonisasi maritim bukan sekadar tuntutan global, tetapi juga peluang strategis untuk meningkatkan daya saing industri pelayaran nasional. Indonesia harus siap dengan infrastruktur, teknologi, dan kebijakan yang mendukung penggunaan bahan bakar rendah karbon seperti green ammonia dan bio LNG,” ujar Ganny.

GH2 dan GIZ Indonesia menyoroti bahwa penerapan bahan bakar hijau di sektor pelayaran dapat menjadi katalis penting untuk mempercepat elektrifikasi berbasis energi terbarukan dan memperluas proyek hidrogen hijau di Indonesia. Dengan meningkatnya permintaan global terhadap green ammonia dan green hydrogen, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi dan distribusi bahan bakar bersih di kawasan Asia Tenggara.

Ganny Zheng menambahkan bahwa INSA terus berkomitmen mendukung agenda IMO dan pemerintah Indonesia menuju Net Zero Emission 2060, antara lain melalui pengembangan peta jalan dekarbonisasi nasional, pilot project penggunaan bahan bakar alternatif, serta kolaborasi dengan sektor energi dalam penelitian dan pengembangan teknologi hijau.


COMMENTS ARE OFF THIS POST