Jakarta – Sebagai upaya mendukung transformasi hijau di sektor maritim global, DPP INSA yang diwakili oleh Ketua Bidang Hubungan Internasional sekaligus Wakil Ketua Bidang Dekarbonisasi, Sofwan Farisyi, hadir sebagai narasumber dalam sesi panel bertema “Greening the Maritime Sector in Indonesia.” Sesi ini merupakan bagian dari rangkaian acara Dutch Maritime Business Forum yang diselenggarakan oleh Embassy of Kingdom of the Netherlands, di Jakarta (16/6/2025).
Dalam paparan yang berjudul “Green Shipping Outlook in Indonesia,” Sofwan Farisyi membahas komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sesuai dengan target Organisasi Maritim Internasional (IMO). Indonesia menargetkan untuk mencapai net-zero emisi pada tahun 2050.
Salah satu topik yang dibahas adalah eksplorasi bahan bakar alternatif seperti liquefied natural gas (LNG), metanol, dan biodiesel (B30/B35), yang sudah mulai diadopsi oleh industri pelayaran Indonesia. Peralihan ke sumber energi yang lebih bersih ini menjadi elemen penting dari peta jalan dekarbonisasi sektor maritim Indonesia. Sofwan Farisyi juga menekankan pentingnya kerja sama internasional antara Indonesia dengan negara lain, khususnya di bidang efisiensi energi, carbon capture and storage (CCS), dan pengembangan teknologi maritim berkelanjutan.
Juga disoroti potensi besar untuk kerjasama bilateral dalam mempercepat adopsi teknologi hijau. Dengan berinvestasi dalam solusi inovatif dan menjalin kemitraan strategis, Indonesia bertujuan untuk mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil dan mempromosikan praktik berkelanjutan di seluruh sektor pelayaran.
Sebagai bagian dari transformasi hijau Indonesia secara keseluruhan, sektor pelayaran sedang mengambil langkah berani untuk menyambut keberlanjutan. Pemerintah Indonesia telah memperkenalkan peta jalan untuk biofuel yang berasal dari minyak sawit (CPO), serta hidrogen hijau dan amonia. Infrastruktur maritim negara juga sedang diperkuat dengan investasi yang sedang berjalan dalam pusat-pusat pengisian bahan bakar LNG dan proyek carbon capture storage (CCS). “Transformasi hijau bukan hanya sekadar tantangan, tetapi juga kesempatan besar bagi Indonesia untuk berinovasi pada keberlanjutan di sektor maritim. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat memastikan bahwa Indonesia tidak hanya memenuhi target pengurangan emisi, tetapi juga menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan”, pungkasnya.

COMMENTS ARE OFF THIS POST