Jakarta – Ketua Bidang Kapal Cruise DPP INSA, Roland Permana, hadir sebagai salah satu narasumber dalam Smart Logistic International Workshop bertajuk “Winning the Global Supply Chain Through Smart Logistic Innovation” yang diselenggarakan oleh PT Citi Asia Internasional, bekerja sama dengan Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) serta Indonesian Supply Chain Expert Association (IARSI) di ICE BSD, di ICE BSD Tangerang (3/6/2025).
Kegiatan ini menjadi forum strategis lintas sektor yang mempertemukan pelaku industri pelayaran, logistik, teknologi, pemerintah, dan akademisi untuk membahas percepatan transformasi digital dalam rantai pasok nasional dan global bertujuan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem logistik cerdas yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Roland Permana menegaskan bahwa masa depan logistik nasional tidak dapat dilepaskan dari transformasi digital di sektor maritim. Menurutnya, kolaborasi antara pelayaran dan logistik menjadi kunci dalam mewujudkan konektivitas maritim yang efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), serta big data analytics.
Beliau menyoroti bahwa digitalisasi di sektor pelayaran mulai dari penerapan Inaportnet, Vessel Management System, hingga e-Manifest dan e-Bill of Lading, berperan penting dalam menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing pelayaran nasional di kancah global.
“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal kesiapan SDM dan sinergi antar pelaku industri. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi mutlak diperlukan agar Indonesia mampu mempercepat integrasi digital dan menciptakan rantai pasok yang lebih tangguh,” ujar Roland.
Dari sisi maritim, DPP INSA menekankan pentingnya integrasi data pelayaran dan logistik melalui platform digital nasional seperti NLE, Simlala, dan Sitolaut, yang dapat mempercepat proses , mengurangi birokrasi, serta meningkatkan transparansi di seluruh rantai pasok. Dengan semangat kolaboratif, forum ini diharapkan mampu mendorong transformasi digital yang inklusif di sektor logistik dan pelayaran, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat konektivitas maritim di kawasan.

COMMENTS ARE OFF THIS POST