Category: Keluarga INSA
Headlines, Keluarga INSA, Ulasan Berita

DPC INSA Batam akan Gelar RAC

Jakarta, INSA - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Batam akan menggelar Rapat Anggota Cabang (RAC) pada 14 November 2017, di Novotel Hotel, Batam yang bertemakan "INSA Batam Siap Mensukseskan Poros Maritim dan Batam Sebagai Pintu Gerbang Pelabuhan Internasional" Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga INSA, RAC INSA Batam diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Salah satu agenda utama RAC INSA Batam adalah memilih dan menetapkan Ketua DPC INSA Batam periode selanjutnya. Sekretaris DPC INSA Batam, Suparno mengatakan, sekitar lima orang mencalonkan diri sebagai Ketua DPC INSA Batam. Anggota yang akan hadir diperkirakan sebanyak 139 perusahaan. "Mekanisme pemilihan Ketua DPC INSA Batam sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga INSA," kata Suparno kepada INSA News. Suparno menyebutkan KSOP Batam akan menghadiri acara RAC INSA Batam sebagai perwakilan dari pemerintah. Sedangkan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) INSA diwakili oleh Wakil Ketua Umum III INSA Darmansyah Tanamas. Selain memilih dan menetapkan Ketua DPC INSA Batam, RAC ini juga berwenang mengevaluasi laporan pertanggung jawaban Pengurus, menetapkan program kerja yang disesuaikan dengan hasil Rapat Umum Anggota (RUA).(*)abc
Headlines, Keluarga INSA

Diskusi INSA Bahas Isu Strategis Sektor Pelayaran

Jakarta, INSA  - Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menggelar diskusi mengenai isu-isu strategis di sektor pelayaran. Diskusi ini merupakan bentuk partisipasi INSA pada acara Indonesia Transport, Logistics and Maritime Week (ITLMW) 2017, di JIEXPO Kemayoran. Isu-isu yang dibahas diantaranya adalah mengenai beyond cabotage, Sumber Daya Manusia (SDM) Maritim, dan Non Convention Vessel Standards (NCVS). Diskusi yang dilaksanakan pada 11 Oktober 2017, menghadirkan pembicara dari BPSDM Perhubungan yang diwakili oleh Ketua STIP, Badan Klasifikasi Indonesia (BKI), DPP INSA, dan perusahaan pelayaraan anggota INSA. Bendahara Umum INSA, Nova Y. Mugijanto dalam pemaparannya mengatakan, kapal berbendera merah putih telah menguasai 90 persen pangsa pasar angkutan laut dalam negeri. Sedangkan pangsa pasar angkutan luar negeri masih dikuasi kapal asing. Oleh karena itu, beyond cabotage harus segera diimplementasikan agar kapal-kapal nasional dapat memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. "Program beyond cabotage perlu segera diimplementasikan agar terjaminnya peluang angkutan sehingga meningkatkan peran pelaku usaha dan penyedia jasa pelayaran nasional dalam kegiatan impor/ekspor dan mengurangi defisit neraca jasa transportasi sekaligus mempertegas kedaulatan maritim nasional," papar Nova di Jakarta, Rabu (11/10/2017). Selain itu, industri pelayaran nasional terus mendorong Kementerian Perhubungan untuk segara menerapkan peraturan NCVS di Indonesia yang telah diluncurkan pada 2012 silam. Dampak positif pengimplementasian NCVS antara lain, untuk menekan angka kecelakaan kapal di dalam negeri dan menjadi stimulus dalam pertumbuhan industri maritim seperti pelayaran, galangan dan pengadaan SDM kapal. Dampak lainnya adalah menekan laju devisa ke luar negeri, mengingat sertifikasi kapal tidak lagi mengacu pada International Association of Classification Societies (IACS), melainkan dapat dilakukan oleh lembaga independen NCVS nasional yang dibentuk. Terkait SDM Maritim, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Capt. Sahattua P. Simatupang menyebutkan pendidikan maritim yang berkualitas menjadi faktor penting dalam mewujudkan cita-cita pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Capt. Sahattua menuturkan ditertbitkan Paket Kebijakan Ekonomi XV menjadi stimulus bagi perkembangan industri pelayaran. Dengan berkembangnya industri pelayaran nasional tentunya diiringi dengan meningkatnya permintaan akan SDM Pelaut. Maka dari itu, sekolah-sekolah pelayaran di Indonesia harus mampu menciptakan SDM Pelaut yang berkualitas. "Kita optimis pelaut-pelaut kita lebih baik dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia. Pendidikan maritim kita harus berkualitas," tegas Capt. Sahattua. Ketua Bidang Tug and Barge INSA, Hutakemri Ali Samad menambahkan pemerintah dan industri pelayaran nasional perlu memberikan perhatiannya kepada sekolah pelayaran khususnya swasta. Pasalnya, banyak sekolah pelayaran swasta nasional yang berkualitas tetapi tidak memiliki sarana yang memadai seperti simulator. "Pengadaan simulator yang mahal menjadi salah satu kendala bagi sekolah pelayaran swasta," pungkas Ali. Diskusi ini diharapkan menjadi tempat bagi para pelaku industri pelayaran nasional untuk membahas isu, jaringan, dan strategi dalam menangkap peluang bisnis.(*) [caption id="attachment_8136" align="alignleft" width="300"] Bendahara Umum INSA, Nova Y. Mugijanto memberikan pemaparan di acara Diskusi Panel. INSA FOTO/Ridwan.[/caption] [caption id="attachment_8137" align="alignnone" width="300"] INSA/Ridwan (ki-ka) Ketua STIP Capt. Sahattua P. Simatupang, Direktur Statutori PT BKI Agus Widjaja, Bendahara Umum INSA Nova Y. Mugijanto, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotan INSA Capt. Zaenal Arifin Hasibuan, Pengurus INSA Achmad Jauhari, Ketua Bidang Tug and Barge Hutakemri Ali Samad. INSA FOTO/Ridwan.[/caption] [caption id="attachment_8138" align="alignleft" width="300"] Pengurus INSA Jovan Patriot (pertama kanan), Sekretaris Umum INSA Budhi Halim (kedua kanan), Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri INSA Suyono (ketiga kanan) menjadi audiens di acara diskusi INSA. INSA FOTO/Ridwan[/caption]abc
Keluarga INSA, Ulasan Berita

Dirjen Hubla Hanya Akui INSA Pimpinan Carmelita Hartoto

Berakhir sudah kesimpang siuran soal keberadaan organisasi para pengusaha kapal di Indonesia atau biasa dikenal Indonesian National Shipowners’ Association (INSA). Dalam surat edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut bernomor UM.003/41/10/DJPL-2017 yang di tanda tangani pada tanggal 26 Mae 2017 secara jelas dan berdasarkan asas hukum yang melekat pada DPP INSA menegaskan bahwa DPP INSA yang diakui oleh Pemerintah Indonesia adalah yang beralamat di Jalan Tanah Abang 3 no.10 yang dipimpin oleh Carmelita Hartoto. Adapun organisasi serupa yang meniru niru nama dan logo DPP INSA, dianggap tidak ada dan tidak memiliki legalitas alias abal-abal. Surat edaran ini disambut gembira semua pihak yang sudah sering bingung dengan munculnya organisasi yang juga menamakan diri INSA dan beralamat dekat-dekat dengan Tanah Abang juga. Semoga hal ini akan menjadikan haluan pembangunan dunia maritim semakin baik dan semoga para pihak bisa bersatu dan menyadari kepentingan Nasional ada diatas kepentingan golongan ataupun individu. (Capt.Zaenal A Hasibuan)abc
Keluarga INSA

DPC INSA Sambut Baik Putusun PTUN Menangkan Carmelita Hartoto

Jakarta, INSA - Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, Selasa (23/08/2016) telah membatalkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor: AHU-0035091.AH.01.07. Tahun 2015 tertanggal 30 Desember 2015 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum INSA kubu Johnson Wiliang Sutjipto. Keputusan tersebut direspon posiitif Dewan Pengurus Cabang (DPC) INSA. Ketua DPC INSA Jaya C. Alleson mengatakan bahwa keputusan ini membuktikan bahwa sudah tidak ada lagi dualisme di INSA. Keputusan ini sekaligus menjadikan organisasi lebih solid kedepannya. “Perjuangan tidak pernah sia-sia, akhirnya ditunjukkan mana yang benar,” katanya. Ketua DPC INSA Gresik Kasir Ibrahim juga menyambut positif atas putusan PTUN tersebut. Kasir menilai putusan ini telah memenuhi unsur keadilan. DPP dan seluruh DPC di imbau agar tetap kompak dan selalu memperjuangkan aspirasi anggota INSA. Menurut Kasir, polemik yang terjadi selama ini hanya berdampak negatif terhadap organisasi. “Sudah saatnya, INSA ini memberikan edukasi yang benar kepada anggotanya, bukan justru menimbulkan perpecahan anggota,” ungkapnya. Senada dengan Alleson dan Kasir, Ketua DPC INSA Dumai Herman Bukhori juga menyambut baik atas keputusan PTUN tersebut, dirinya juga berharap bahwa INSA dibawah kepemimpinan Carmelita Hartoto dapat memenangkan perkara tingkat tanding. Herman menuturkan bahwa DPC Dumai tetap konsisten mendukung kepemimpinan Carmelita sebagai pimpinan pusat INSA di Jalan Tanah Abang III, No 10, Jakarta Pusat. “Kita (DPC Dumai) tetap mengakui kepemimpinan Ibu Meme, karena berdasarkan AD/ART yang sah,” tegasnya. Herman berharap INSA menjadi organisasi yang saling bahu-membahu berjuang demi kepentingan anggotanya dan memberikan kontribusinya terhadap kemajuan industri pelayaran nasional. “Kita harap INSA semakin solid,” tuturnya.abc
insa logo INSA - Indonesian National Shipowners' Association
Jalan Taman Tanah Abang III No.10 RT.3/RW.3 Petojo Selatan
Jakarta
DKI Jakarta 10160
Phone: (021) 3850993 Maps. Exterior insa info 0
Arahan menuju lokasi INSA