Category: Event
Event, Headlines, Ulasan Berita

Perkuat Rantai Pasok Sumber Daya Konstruksi Untuk Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur

[caption id="attachment_8208" align="alignnone" width="1024"] Peresmian Pembukaan Indonesia Infrastructure Week[/caption] [caption id="attachment_8209" align="alignnone" width="1024"] Sesi Foto Bareng Pembukaan Indonesia Infrastructure Week (2017)[/caption] Jakarta, INSA – Dimasa kepemimpinan Presiden RI, Joko Widodo saat ini sedang gencar dalam pembangunan infraastruktur, tak hanya itu pemerintahannya juga sedang menghadapi tantangan dengan maraknya pembangunan infrastruktur dalam skala besar. Hal ini harus didukung dengan kesiapan industri konstruksi dan kesiapan rantai pasok konstruksi sumber daya konstruksi. Menjawab kebutuhan tersebut, konstruksi Indonesia 2017, ajang konstruksi tahunan kembali digelar pada 8-10 November 2017. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diwakili oleh Plt, Dirjen Bina Konstruksi Danis Sumadilaga bersama dengan Menteri Perencnaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro dan Ketua KADIN, Rosan Roeslani membuka kegiatan pada  Rabu (8/10) di Assembly Hall, Jakarta Convention Center. Bertemakan “Era Baru Industri Konstruksi Indonesia”, Konstruksi Indonesia 2017 yang beriringan dengan lahirnya Undang-Undang Jasa Konstruksi No.2 Tahun 2017, hadir membawa harapan baru untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur. Melalui Undang-Undang ini, sektor jasa konstruksi digiring ke arah baru yaitu penguatan stakeholder Jasa Konstruksi terutama rantai pasok Industri Konstruksi dan Usaha Penyediaan Bangunan. “Kita menyadari sepenuhnya bahwa infrastruktur yang andal merupakan kunci utama dalam meningkatkan daya saing Indonesia . oleh karena itu, segenap upaya akan kita curahkan terus menerus dalam upaya membangun infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengjar ketertinggalan dari negara-negara lain yang telah lebih maju infrastrukturnya.”’ Tegas Danis. Industri konstruksi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini berkembang pesat dengan berbgai program pembangunan infrastruktur. Rantai pasok perlu diperkuat untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, Undang-undang Jasa Konstruksi No.2 tahun 2017 secara tegas menyebutkan pada pasal 17 ayat (1) : Kegiatan usaha jasa konstruksi didukung dengan usaha rantai pasok sumber daya konstruksi. Tujuan dari adanya pengaturan rantai pasok sumber daya konstruksi dalam UU No.2 Tahuun 2017 adalah agar tercipta produk konstruksi yang berkualitas, tercipta keselamatan publik dan kenyamanan lingkungan, dan tercipta integrasi nilai tambah. Selain tiu beberpa hal penting lainnya yang diatur oleh UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi ini antara lain ; adanya pembagian tanggung jawab anatara pusat dan daerah dalam penyelenggaraan jasa konstruksi, meningkatkan peran masyarakat sebagai bagian kemitraan dan sistem informasi, perlindungan hukum terhadap upaya menghambat penyelenggaraan jasa konstruksi, perlindungan bagi tenaga kerja, sebagai jaring pengaman terhadap investasi serta menjamin pola persaingan yang sehat ddalam penyelenggaraan jasa konstruksi. Saat ini, peraturan turunan dari Undang-Undang ini sedang dalam masa penyusunan. Untuk diketahui bahwa Undang-Undang Jasa Konstruksi mengamanatkan penyusunan 1 peraturan pemerintah, 1 peraturan presiden dan peraturan-peraturan menteri PUPR uuntuk mendukung terimplementasinya setiap pengaturan dalam Undang-Undang ini. Selama kurun waktu 3 tahun terakhir ini, pembangunan infrastruktur yang berhasil dilaksanakan antara lain: 39 bendungan (30 baru dan 9 selesai) dimana bendungan yang telah terbangun tersebut menambah luas layanan irigasi waduk dari semula 761.542 Ha (11%) menjadi 859.626 Ha (12,9 %) ; pembangunan jalan tol APBN dan non-APBN yang telah terbanguun sepanjang 568 Km dari target 1000 Km pada akhir 2019 nanti: peningkatan kapasitas sistem penyediaan air minum yang telah mencapai 20.430 liter/detik  ; capaian penyediaan perumahan yang telah mencapai 2.204.939 unit; dan seterusnya. Tidak berhenti sampai disana, untuk menyelesaikan target pembangunan infrastruktur dalam kurun waktu 2015-2019, Kementerian PUPR terus bekerja tiada henti. Sehingga sampai dengan akhir tahun 2019 diperkirakan akan terbanguun 1.851 Km jalan tol, tersedianya 70.471 liter/detik air bersih melalui pembangunan sistem penyediaan air minum, dan lain sebagainya. Dengan target yang demikian besar, pasokan sumber daya konstruksi sangatlah dibutuhkan. Tanpa adanya lingkungan dari stakeholder yang berkecimpung di bidang penyediaan sumber daya konsturksi mustahil kebutuhan tersebut dapat terpenuhi. Konstruksi indonesia 2017 sebagai ajang bertemunya stakeholders konstruksi baik dari dalam maupun luar negeri dapat diimanfaatkan sebagai wadah yang tepat untuk m encari solusi sekaligus tempat berkoordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendukung ketersediaan pasokan sumber daya konstruksi. Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 dirancang sebagai jembatan bagi beragam elemen di sektor konstruksi, mulai dari pihak kontraktor swasta, pemerintah, BUMN, akademisi dan masyarakat luas untuk berbisnis dan berdiskusi sekaligus mendorong perkembangan industri konstruksi yang potensial. Peserta pameran yang berpartisipasi terdiri dari 222 stand yang berasal dari berbagai negara seperti Jerman, Malaysia, Singapura, Iran, Korea, dan sebagainya. Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 dihelat bersamaan dengan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017. Hal ini menjadikan ajang tersebut sebagai salah satu pameran dan konferensi konstruksi infrastrujtur terbesar di tanah air. Selain pameran dilaksanakan pula berbagai workshop menaarik, yang salah satunya workship konstruksi indonesia 2017 dengan mengambil tema “Rantai Pasok Penerapan sumber Daya Konstruksi dalam rangka Mendukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur”, pada 9 November 2017, Jakarta Convention Center. (*)abc
Event, Headlines

INSA Akan Gelar Diskusi Panel di ITLMW 2017

Jakarta, INSA - Indonesian National Shipowners' Association (INSA) ikut berpartisipasi pada acara Indonesia Transport, Logistics and Maritime Week (ITLMW) 2017, di JIEXPO, dengan mengadakan diskusi panel yang membahas tiga isu strategis di sektor pelayaran. Tiga isu tersebut adalah mengenai asas cabotage, Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor maritim, dan mengenai Non Convention Vessel Standards (NCVS). Diskusi panel ini akan diselenggarakan pada Rabu, 11 Oktober 2017, pukul 10.00 - 12.00 WIB, menghadirkan para pembicara dari SKK Migas, BPSDM Kementerian Perhubungan, STIP, dan pengusaha pelayaran anggota INSA. Selain diskusi panel, INSA juga menempatkan area Stand seluas 48 m2 berkonsep "Lounge" yang nyaman. Stand INSA ini akan difungsikan sebagai pusat informasi mengenai profil asosiasi dan anggotanya, registrasi data anggota INSA, dan tempat sosialisasi anggota INSA. Acara ITLMW 2017 terselenggara berkat kerja sama antara Read Panorama Exhibitions dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, INSA, Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), serta asosiasi terkait lainnya. Ajang ini siap menjadi tempat para pelaku industri baik lokal maupun internasional dapat berkumpul untuk membahas isu, jaringan, strategi serta menciptakan peluang bisnis baru. Forum ini juga dapat menjadi salah satu ajang untuk melakukan kampanye pemasaran yang efektif.(*)abc
Event, Galeri, Headlines

Partisipasi INSA di Pameran Transportasi dan Infrastruktur Indonesia 2017

Jakarta, INSA - Partisipasi Indonesian National Shipowners' Association (INSA) dalam acara Pameran Transportasi dan Infrastruktur Indonesia 2017, yang dilaksanakan pada 27-28 September 2017, di SMESCO Convention Center, Jakarta. Usai membuka acara, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi, Lingkungan, dan Energi Perhubungan yang mewakili Menteri Perhubungan RI, Prasetyo Boedi Tjahjono; Anggota DPR RI dari Partai Gerinda, Bambang Haryo; dan Ketua Umum Sarasehan Transportasi & Infrastruktur Indonesia 2017, Suroyo Alimoeso yang didampangi pengurus INSA berkunjung ke Stand INSA. Pameran Transportasi & Infrastruktur yang keempat kalinya ini mengusung tema “Merangkai  Infrastruktur & Transportasi  Nusantara Dalam Mendukung Sektor Pariwisata Nasional”.  Para peserta berasal dari berbagai subsektor transportasi nasional baik darat, laut, udara, maupun kereta api, serta dari para pelaku di bidang pembangunan infrastruktur nasional dan pariwisata nasional.(*) abc
Event, Headlines

INSA Gelar Workshop Knowledge Sharing

Jakarta, INSA - DPP Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Bidang Cair menggelar Workshop Knowledge Sharing di Kantor DPP INSA, Jl. Tanah Abang III No. 10, Jakarta Pusat. Workshop yang bertemakan Introduction to Shipping Market & Classification-Society ini diselenggarakan tiga kali, yakni 27 Juli, 3 Juli, dan 10 Agustus 2017. Ketua Bidang Angkutan Cair DPP INSA Nick Djatnika mengatakan, INSA sebagai satu-satunya organisasi pelayaran niaga nasional memiliki peran untuk memberikan informasi terkait perkembangan dan isu-isu penting industri pelayaran kepada para anggotanya. Oleh karena itu, workshop ini diselenggarakan sebagai wadah untuk berbagi ilmu dan pengetahuan tentang industri pelayaran. Nick menuturkan tujuan dari workshop ini adalah agar para peserta mampu meningkatkan kemampuan dalam hal pengetahuan maupun keterampilan untuk menangani pasar muatan, pencarteran kapal, penghitungan biaya, dan menajemen badan klasifikasi sehingga dapat berperan secara proaktif dan berusaha maksimal dalam mencapai hasil kerja dan target perusahaan. "Kita (INSA) memiliki banyak expert yang bisa berbagi ilmu dan pengetahuannya di industri pelayaran. Diharapkan kita bisa sharing agar anggota bisa mendapat manfaat lebih banyak," ujar Nick di Kantor DPP INSA, Jl. Tanah Abang III No. 10 Jakarta Pusat. Pembicara pada workshop knowledge sharing yang digelar hari ini (Kamis, 10/8/2017) adalah Ketua Bidang Angkutan Cair DPP INSA Nick Djatnika dan Senior Manager Convention Regulations Statutory Division BKI Iqbal Fikri. Para peserta workshop yang berjumlah sekitar 40 orang sangat antusias mengikuti workshop ini.(*)abc
Event, Headlines

Partisipasi INSA di GIS 2017

Jakarta, INSA - Indonesian National Shipowners' Association (INSA) bersama perusahaan pelayaran nasional di bidang minyak dan gas (migas) ikut berpartispasi pada acara Gas Indonesia Summit & Exhibition (GIS) 2017 yang diselenggarakan pada 12 - 14 Juli 2017 di Jakarta Convention Center (JCC). Penyelenggaraan GIS 2017 resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Migas I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja. GIS 2017 merupakan platform penting untuk diskusi yang berkelanjutan terkait pembangunan industri gas, LNG, dan ketenagalistrikan. Gelaran GIS kali kedua ini diselenggarakan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang didukung oleh Direktorat Jenderal Migas dan SKK Migas bekerjasama dengan Departemen Perdagangan Internasional Kerajaan Inggris. Partisipasi INSA pada acara ini merupakan bentuk dukungan INSA bersama anggotanya terhadap perkembangan infrastruktur gas, dan LNG di Indonesia. Perusahaan pelayaran nasional anggota INSA yang ikut mendukung acara ini adalah PT Humpuss Intermoda Transportasi, Tbk, PT Andhika Lines, PT Soechi Lines, PT Pan Maritime Wira Pawitra (PMWP), PT Supraco Lines, PT Bahari Lines Indonesia, PT Apexindo, dan PT Sinar Maluku Shipping Line.(*) abc
INSA - Indonesian National Shipowners' Association
Jalan Taman Tanah Abang III No.10 RT.3/RW.3 Petojo Selatan
Jakarta
DKI Jakarta 10160
Phone: (021) 3850993
insa logo INSA - Indonesian National Shipowners' Association
Jalan Taman Tanah Abang III No.10 RT.3/RW.3 Petojo Selatan
Jakarta
DKI Jakarta 10160
Phone: (021) 3850993 Maps. Exterior insa info 0