Author: admin
Galeri

SINERGI INSA-TNI

[caption id="attachment_8980" align="aligncenter" width="2400"] Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) dan Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto (kanan) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di bidang pelayaran, bertempat di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jumat (30/11/2018).[/caption] [caption id="attachment_8986" align="aligncenter" width="1040"] Pengurus DPP INSA foto bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beserta jajarannya usai acara penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jumat (30/11/2018).[/caption]abc
Galeri, Insa Insight

INSA DI ACARA MARITIME BUSINESS MEETING

[caption id="attachment_8949" align="aligncenter" width="2400"] Sekretaris Umum I Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowner's Association (DPP INSA), Capt. Otto K.M Caloh berkesempatan menjadi salah satu narasumber di acara Maritime Business Meeting yang diselenggarakan Industrial Fuel Marketing Region MOR III PT Pertamina, di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Kamis (22 November 2018). Capt. Otto K.M Caloh memaparkan mengenai berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh Perusahaan Pelayaran Nasional dan Pertamina dalam menerapkan kebijakan penggunaan B20.[/caption] abc
Galeri, Insa Insight

INSA DI RAKOR DITLALA 2018

[caption id="attachment_8966" align="aligncenter" width="1280"] Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko saat berpidato di Rakor Ditlala 2018.[/caption] [caption id="attachment_8967" align="aligncenter" width="1024"] Wakil Ketua Umum III DPP INSA, Darmansyah Tanamas menjadi narasumber di Rakor Ditlala 2018 mengenai Kesiapan Kapal Nasional untuk Memenuhi Permendag No. 82/2017 dan Perubahannya Permendag No. 48/2018.[/caption] [caption id="attachment_8968" align="aligncenter" width="1280"] Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto (kiri) turut hadir dalam Rakor Ditlala 2018.[/caption]abc
Galeri, Insa Insight

INSA MENJADI NARASUMBER DI FGD BANK INDONESIA

[caption id="attachment_8972" align="aligncenter" width="1280"] Ketua Umum Indonesian National Shipowner's Association (INSA), Carmelita Hartoto (kedua kiri) menjadi narasumber di acara Focus Group Discussion (FGD) Jasa Transportasi Barang Khususnya Angkutan Laut yang diselenggarakan Bank Indonesia di Ruang Komisi A Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (22/11/2018).[/caption] abc
Headlines, Ulasan Berita

INSA GELAR TALK SHOW TANTANGAN DAN PELUANG PENGGUNAAN BAHAN BAKAR B20 DI INDUSTRI PELAYARAN

Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) pada Rabu (31/10/2018) menyelenggarakan talk show yang bertemakan “Tantangan dan Peluang Penggunaan Bahan Bakar B20 di Industri Pelayaran”, bertempat di Area Indonesia Infrastructure Week (IIW) Conference Stream 1, JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Acara talk show ini bertujuan menghadirkan para stakeholder terkait untuk memberikan masukan dan usulan terkait penggunaan B20 pada angkutan laut, serta mengindentifikasi persoalan dan mencarikan solusi bersama dari penggunaan B20 pada angkutan laut. Seperti diketahui, perluasan penggunaan bahan bakar biodiesel 20 % atau B20 untuk sektor transportasi telah ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 66 tahun 2018 tentang perubahan kedua atas Perpres No. 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Kemudian diikuti dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 tahun 2018 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dalam Rangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. INSA mendukung penerapan penggunaan biodiesel 20% atau B20. Penggunaan B20 dapat menekan impor bahan bakar minyak (BBM) solar sehingga negara bisa melakukan penghematan sebesar USD 2 miliar pertahun, sekaligus akan menjaga ballance trade import BBM serta stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Namun demikan, INSA sangat mengharapkan adanya relaksasi kewajiban penggunaan B20, mengingat mandatori perluasaan penggunaan B20 pada 1 September 2018 dikeluarkan pada akhir Agustus 2018. Sehingga waktu sosialisasi penggunaan B20 sangat pendek. Relaksasi penggunaan B20 juga dibutuhkan sampai dengan adanya kajian teknis B20 yang mengikuti marine used seperti ASTM (American Society for Testing and Materials), JIS (Japanese Industrial Standard), API (American Petroleum Institute) ataupun SNI (Standar Nasional Indonesia). Sekretaris Umum DPP INSA, Budhi Halim mengatakan, INSA turut terlibat aktif dalam mengikuti kegiatan sosiasliasi penggunaan B20. Melalui berbagai forum dan pertemuan tersebut, INSA telah menyampaikan pendapatnya terkait kebijakan penggunaan B20. Dimana sampai dengan saat ini, belum ada kajian penggunaan B20 untuk marine used baik secara nasional maupun internasional sehingga B20 belum digunakan secara komersial di kapal niaga. Maka dari itu, lanjut Budhi, perlu adanya kajian teknis penggunaan B20 untuk marine used baik dari segi kualitas, kendala teknis, reaksi kimia baik terhadap BBM MFO (Marine Fuel Oil), HSD (High Speed Diesel). Maupun terhadap material saluran BBM seperti Copper/Copper nickel. Hal ini diperlukan untuk mengetahui secara jelas dampak dari penggunaan B20 terhadap mesin kapal dan aksesorisnya. “Jangan sampai penggunaan B20 memberikan dampak negatif kepada operasional kapal. Oleh karenanya, INSA minta relaksasi penggunaan B20, dan uji coba secara teknis untuk angkutan laut,” kata Budhi. Selain kajian teknis untuk marine used tersebut di atas, Budhi juga menyampaikan hal lainnya yang harus diperhatikan, yaitu jaminan ketersediaan pasokan B20 di pelabuhan-pelabuhan seluruh Indonesia, harga yang kompetitif, dan kualitas bahan bakar yang seragam dan baik. Menurut Budhi, penggunaan B20 baik digunakan untuk kapal baru yang permesinannya di desain khusus untuk penggunaan B20, dan untuk kapal lama/existing pemilik kapal perlu mempertimbangkan semua aspek baik keselamatan, performa, biaya perawatan, dan ketahanan (durability) untuk mengganti jenis bahan bakar B20 yang akan digunakan. “Faktor keselamatan pada angkutan laut itu nomor satu karena berkenaan dengan Asuransi dan Pendanaan kapal,  jika di tengah laut ada masalah engine, atau kehabisan bahan bakar yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar B20 yang belum sesuai standar nasional/internasional,” ungkapnya. Wakil Ketua Umum III INSA, Darmansyah Tanamas mengatakan, dari segi pertimbangan teknis yakni terkait kandungan B20 yang dapat berpotensi meningkatkan biaya operasional kapal, misalnya penggantian consumable parts seperti fuel filter yang diduga lebih cepat dari usia normal penggunaan. Lain itu, diduga konsumsi bahan bakar angkutan laut juga berpotensi meningkat, dan diduga berdampak terhadap warranty dari manufacture dan asuransi kapal. Darmansyah menambahkan INSA juga berharap adanya insentif-insentif yang diberikan pemerintah kepada industri pelayaran nasional. Sebab, ada penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan pemilik kapal untuk beralih ke B20. “Kami harapkan adanya insentif-insentif yang diberikan pemerintah kepada pelayaran nasional,” pungkas Darmansyah.(*)abc
Event, Insa Insight, Ulasan Berita

PARTISIPASI INSA DI SECURITY SUMMIT 2018

Security Summit ke-3 yang digagas oleh SKK Migas kembali diadakan dan tahun ini diselenggarakan di kota Jogjakarta di Hotel Tentrem 17-19 Oktober 2018. Hampir 500 peserta dari dalam dan luar negeri turut hadir membahas tema utama bertajuk "New Paradigm Integrating Security Resilience Into Business Excellence" pada pertemuan dua tahunan ini. Selama tiga hari tersebut, para peserta membahas berbagai hal tentang keamanan khususnya di bidang energi yang menjadi sektor paling strategis saat ini lantaran saat ini keberlangsungan bisnis khususnya migas dan sumber daya di dalamnya memerlukan pengamanan ekstra demi terjaminnya kesuksesan. Security Summit pertama dilaksanakan pada tahun 2014 di Bali dan yang kedua pada tahun 2016 di Solo. Berbagai narasumber dihadirkan dalam agenda tiga hari tersebut diantaranya dari pelaku manajemen keamanan kelas dunia, akademisi, praktisi juga menggandeng Asosiasi Sekuriti Industri Hulu Migas (ASIM). Sementara Arcandra Tahar, Wakil Mentri ESDM yang membuka acara tersebut menyatakan dalam pidatonya bahwa saat ini Indonesia menghadapi tantangan di mana predikat aman dalam bidang energi tak bisa berdiri sendiri, sehingga membutuhkan komponen-komponen lain penunjang. Dikatakan Arcandra tahun 70-an lalu, Indonesia mampu memproduksi petroleum oil dengan jarak waktu hanya lima tahun, sementara saat ini mundur menjadi sepuluh tahun. Hal tersebut menurut dia masih layak diperdebatkan lebih lanjut dari sisi teknologi, Sumber Daya Manusia (SDM) ataupun sistem birokrasi. Arcandra berharap, melalui pertemuan tiga hari ini seluruh stakeholder bisa membahas secara menyeluruh masalah yang dialami, termasuk dorongan sinergi TNI-Polri agar Indonesia bisa memaksimalkan pengelolaan energi tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri ESDM ini, didampingi oleh Kepala SKKMIGAS, Amien Sunaryadi, menyempatkan diri untuk mengunjungi Stand DPP INSA yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Keanggotaan & IT, Dian A. Imirsyah, yang memberi penjelasan mengenai daftar nama perusahaan anggota INSA & jenis kapal lepas pantai, yang selama ini aktif memberi support kepada kegiatan kerja SKKMIGAS. INSA memberi tanda kenang-kenangan yaitu Buku INSA Directory 2018. Di hari kedua, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti turut hadir menjadi pembicara pada Security Summit 2018. Pada kesempatan ini juga digunakan penantanganan MoU antara Menteri Susi dengan Kepala SKK MIGAS Amien Sunaryadi terkait kajian bersama aspek teknis pemanfaatan fasilitas produksi lepas pantai yang telah tak dipakai.(DAI) [caption id="attachment_8920" align="aligncenter" width="2400"] Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar (tengah), didampingi oleh Kepala SKKMIGAS, Amien Sunaryadi (kiri), menyempatkan diri untuk mengunjungi Stand DPP INSA yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Keanggotaan & IT, Dian A. Imirsyah (kanan), yang memberi penjelasan mengenai daftar nama perusahaan anggota INSA & jenis kapal lepas pantai, yang selama ini aktif memberi support kepada kegiatan kerja SKKMIGAS. INSA memberi tanda kenang-kenangan yaitu Buku INSA Directory 2018.[/caption] abc
Galeri, Insa Insight

FDG KEANGGOTAAN INDONESIA DI IMO

[caption id="attachment_8908" align="aligncenter" width="1280"] Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowner's Association (DPP INSA), Budhi Halim (ketiga kanan) berserta jajarannya mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Keanggotaan Indonesia di International Maritime Organization (IMO) yang diselenggarakan Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan, di Hotel Santika Premiere, Jakarta, Jumat (19/10/2018).[/caption]      abc
insa logo INSA - Indonesian National Shipowners' Association
Jalan Taman Tanah Abang III No.10 RT.3/RW.3 Petojo Selatan
Jakarta
DKI Jakarta 10160
Phone: (021) 3850993 Maps. Exterior insa info 0
Arahan menuju lokasi INSA