Galeri, Insa Insight

INDONESIAN-FRANCE WORKSHOP ON GREEN VESSELS

[caption id="attachment_8873" align="aligncenter" width="1280"] Bendahara Umum DPP INSA, Nova Y. Mugijanto sedang memberikan pemaparan mengenai kondisi terkini industri pelayaran nasional di acara Indonesian-French Workshop on Green Vessels bertemakan Greener Vision in Indonesian Vessels Industry yang diselenggarkan oleh Kedutaan Besar Perancis di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, 25 September 2018.[/caption] abc
Headlines, Ulasan Berita

INSA JADI DELEGASI FORUM PERTEMUAN NEGARA PANTAI

DPP Indonesian National Shipowner’s Association (INSA) menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam Cooperation Forum ke-11 dan Tripartite Technical Expert Group ke-43 pada 24-28 September 2018 di Singapura. Forum ini merupakan pertemuan tiga negara pantai dari Straits of Malacca and Singapore (SOMS) yakni Indonesia, Singapura dan Malayasia. Rangkaian pertemuan terdiri dari Cooperation Forum (CF) ke-11 pada 24-25 September, Tripartite Technical Expert Group (TTEG) ke-43 pada 26-27 September, dan Project Coordination Committee (PCC) pada 28 September. Agenda pertemuan tahunan ini digelar dalam rangka meningkatkan kerja sama bidang keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura. Sekretaris Umum DPP INSA Budhi Halim mengatakan keberadaan INSA pada forum ini untuk memberikan masukan kepada pemerintah Indonesia, agar dalam pengambilan keputusan dapat mendukung industri maritim nasional dan dapat memberikan benefit bagi kegiatan maritim antara ketiga negara. “Agar dalam mengambil sikap yang pro terhadap industri maritim nasional, terutama pada kesiapan pengusaha nasional, dan benefitnya pada kegiatan maritim antara ketiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura,” katanya kepada INSA NEWS, Senin (24/09/2018). Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus Purnomo dalam sambutannya mengatakan Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama dengan negara pantai lainnya dalam menjadikan Selat Malaka dan Selat Singapura lebih aman dan bersih dengan mengenalkan beberapa inisiatif. Beberapa inisiatif itu seperti pemeliharaan dan penggantian sarana bantu navigasi pelayaran dan juga melakukan studi tentang cetak biru keselamatan navigasi dan perlindungan maritim di Selat Malaka dan Selat Singapura. Menurutnya, implementasi Marine Electronic Highway oleh negara pantai sebagai embrio E-Navigasi, perbaikan berkelanjutan atas fasilitas di masing-masing daerah negara pantai, dan berbagai inisiatif lainnya terkait perlindungan lingkungan laut, menunjukkan bahwa negara pantai, dengan dukungan dari para pemangku kepentingan, bekerja bersama untuk memastikan perjalanan yang aman bagi kapal, dan di sisi lain memberikan perhatian bagi perlindungan lingkungan maritim. “Selanjutnya, isu-isu tentang respon polusi dan kesiapsiagaan, pendekatan praktis, gas rumah kaca (GRK) dan pelayaran berkelanjutan, juga menjadi perhatian Indonesia,” kata Agus Purnomo dalam sambutannya yang diterima INSA NEWS. Dalam kesempatan ini, Agus Purnomo juga menyerukan kepada seluruh negara pengguna dan pemangku kepentingan agar tetap memberikan dukungannya kepada mekanisme kerjasama ini dan kepada proyek-proyeknya. Dukungan konkrit akan memperkuat putusan yang telah diambil negara-negara pantai dan menegaskan kembali perlunya kerjasama internasional dalam memastikan keselamatan, keamanan dan perlindungan lingkungan di Selat Malaka dan Selat Singapura.(*) abc
Galeri, Insa Insight

PARTISIPASI INSA DI SEMINAR NASIONAL SESKOAL 2018

[caption id="attachment_8878" align="aligncenter" width="1280"] Sekretaris Umum DPP INSA, Budhi Halim menjadi pembicara di Seminar Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) 2018 bertemakan "Mewujudkan Keamanan Maritim dan Keselamatan Pelayaran yang Optimal dalam Rangka mendukung Kebijakan Poros Maritim Dunia" yang dilaksanakan di Gedung Jos Soedarso Seskoal, Bumi Cipulir, Jakarta Selatan, 20 September 2018.[/caption] Sekretaris Umum DPP INSA, Budhi Halim (kiri) pada acara Seminar Seskoal membahas mengenai Implementasi Kebijakan Pemerintah tentang Pelayaran, Konsep Kontribusi INSA kepada Pengguna Laut dalam Mendukung Keselamatan Pelayaran serta Harapan INSA Terkait Keamanan Maritim dan Keselamatan Pelayaran. [caption id="attachment_8880" align="aligncenter" width="1280"] Danseskoal Laksamana Muda TNI Dr. Ammarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., memberikan cinderamata kepada Sekretaris Umum DPP INSA, Budhi Halim.[/caption]abc
Galeri, Ulasan Berita

INSA RAMAIKAN INDOTRANS EXPO 2018

Booth DPP Indonesian National Shipowners' Association (INSA) ikut meramaikan Indotrans Expo 2018 yang dibuka oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Senin (17/9/2018). Acara tersebut diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2018. Pameran yang bertemakan Meningkatkan Pelayanan Publik & Sinergi Konektivitas dalam Memberikan Kenyamanan di Era Digitalisasi diselenggarakan pada tanggal 17-18 September 2018. Usai membuka acara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkeliling ke area pameran dan berkunjung ke booth INSA yang didampingi Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto, Dewan Penasehat INSA Soenarto, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotan INSA Dian A. Imirsyah. Para peserta pameran berasal dari berbagai subsektor transportasi nasional baik darat, laut, udara, maupun kereta api, serta pelaku dibidang pembangunan infrastrukur nasional.(*) abc
Ulasan Berita

ITSCL 2018 RESMI DIBUKA

Indonesia Transport, Supply Chain and Logistics (ITSCL) 2018 resmi dibuka hari ini (Rabu, 12/9/2018) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar dan didampingi oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto, dan General Manager  Reed Panorama Exhibitions Steven Chwee. Mengusung tema "Innovation towards Industrial Revolution 4.0, Are We Ready?", ITSCL ke–5 diselenggarakan pada 12-14 September 2018 di Hall A, JIEXPO-Kemayoran, Jakarta dan menghadirkan ratusan pelaku usaha transportasi, supply chain, dan logistik dari dalam dan luar negeri. ITSCL 2018 juga menampilkan 500 produk dan jasa solusi logistic dan supply chain terbaik yang dapat menjadi pilihan para pelaku usaha di Indonesia. Bisnis Logistik tanah air diprediksi akan mengalami pertumbuhan di 2018, hal ini didukung oleh perkembangan tren perdagangan elektronik atau e-commerce yang semakin diminati dan menjadi tren terbaru di masyarakat Indonesia. Era yang serba digital mendorong pelaku usaha untuk melakukan berbagai perubahan guna mengikuti perkembangan industri. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mengatakan, guna mempersiapkan strategi menghadapi berbagai perubahan di era transportasi dan logistik 4.0, seluruh pihak yaitu pemerintah, praktisi, dan juga akedemisi dari semua sektor terkait perlu merapatkan barisan, oleh karena itu melalui penyelenggaraan ITSCL 2018 ini Kadin Indonesia yakin dapat menyediakan platform dan wadah yang tepat bagi para pihak terkait untuk bersama-sama bertemu, berdiskusi dan bertukar informasi guna membahas isu, networking, strategi serta menciptakan peluang bisnis baru. “Kami juga optimis forum ini dapat menjadi salah satu ajang untuk melakukan kampanye pemasaran yang efektif,” kata Carmelita di Jakarta. General Manager Reed Panorama Exhibitions Steven Chwee menuturkan penyelenggaraan ITSCL 2018 terdiri dari pameran dan konfrensi berskala internasional yang berlangsung selama tiga hari, disertai sesi membangun jejaring antara pemain industri, regulator dan pihak terkait. Berbagai topik akan dibahas dalam sejumlah sesi, termasuk pandangan global akan industri, tantangan dan peluang, hingga e-commerce dan cara baru untuk menciptakan efisiensi. Perkembangan dan perubahan gaya hidup di masyarakat mendorong industri untuk segera berbenah diri guna memenuhi permintaan pasar, inovasi teknologi yang terus berkembang, era digitalisasi dan perdagangan global mengubah paradigma praktisi di sektor transportasi dan logistik. Kemampuan dan keahlian yang tidak merata menjadi tantangan bagi para pelaku usaha, pemerintah dan pihak terkait.(*)abc
Headlines, Ulasan Berita

INSA BERAUDIENSI DENGAN PANGLIMA TNI BAHAS PENEGAKAN HUKUM DI LAUT

DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) beraudiensi dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto membahas terkait badan tunggal penegakan hukum di laut untuk mendukung cita-cita Indonesia sebagai Negara Poros Maritim. Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan industri pelayaran nasional telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, baik dari sisi jumlah armada maupun kapasitas angkut. Tren positif ini tidak lepas dari konsistensi pemerintah menerapkan asas cabotage melalui INPRES 5 tahun 2005 yang diperkuat dengan Undang-undang No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran. Menurutnya, pertumbuhan industri pelayaran akan semakin signifikan jika didukung dengan keamanan dan kenyamanan berusaha bagi perusahaan pelayaran nasional dalam mengoperasikan armadanya di tengah laut. Salah satu persoalan yang dihadapi pelayaran nasional saat ini, katanya, masih terjadinya tumpang tindih penegakan hukum di laut. Atas dasar itu, katanya, DPP INSA melakukan audiensi dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan tumpang tindihnya penegakan hukum di laut. "Badan tunggal penegakan hukum di laut dibutuhkan untuk mendorong efektivitas dan efisiensi operasional kapal. Untuk itu, kami melakukan audiensi dengan Bapak Panglima TNI untuk meminta solusi terbaik," katanya. Audiensi yang digelar di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur,  ini diikuti Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto, Sekretaris Umum DPP INSA Budhi Halim dan para Wakil Ketua Umum DPP INSA yang diterima langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama para asisten Panglima TNI. Saat ini, sedikitnya 18 instansi yang memiliki kewenangan untuk memeriksa ataupun menangkap kapal di tengah laut. Masing-masing instansi berwenang atas dasar peraturan perundangan yang menaunginya. Kondisi ini, katanya, menyebabkan high cost dan waktu yang operasional kapal yang tidak efisien. Dalam kesempatan itu, INSA mendorong agar terbentuknya badan tunggal penjaga laut yang memiliki kewenangan penuh untuk mengkoordinasikan dan melakukan pemeriksaan ataupun penangkapan kapal di laut untuk menghilangkan terjadinya tumpang tindih penegakan hukum di laut. Menurut Carmelita, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyambut positif keinginan untuk menghilangkan terjadinya tumpang tindih penegakan hukum di laut. Audiensi ini akan ditindaklanjuti dengan segera mengkoordinasi penegakan hukum laut bersama instansi terkait lainnya, dan menggelar pertemuan lanjutan bersama pengurus DPP INSA untuk merealisasikan bebasnya pengusaha pelayaran nasional dari adanya biaya-biaya tidak terduga di tengah laut.(*) [caption id="attachment_8842" align="aligncenter" width="1024"] Pertemuan Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto (kiri) dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) membahas badan penegakan hukum di laut untuk mendukung cita-cita Indonesia sebagai Negara Poros Maritim.[/caption]abc
insa logo INSA - Indonesian National Shipowners' Association
Jalan Taman Tanah Abang III No.10 RT.3/RW.3 Petojo Selatan
Jakarta
DKI Jakarta 10160
Phone: (021) 3850993 Maps. Exterior insa info 0
Arahan menuju lokasi INSA